Kisah Sandi-Rosan: Duet Maut di Bisnis, 'Pecah Kongsi' di Ranah Politik

loading...
Kisah Sandi-Rosan: Duet Maut di Bisnis, Pecah Kongsi di Ranah Politik
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Dua pengusaha nasional, Sandiaga Salahuddin Unodan Rosan Roeslanimembagikan tips membangun bisnisbersama sahabat. Dua pengusaha yang sudah bersahabat sejak bangku SMA ini juga membangun bisnis bersama di bidang konsultasi keuangan pada tahun 1996.

Sandi menyampaikan, sesama sahabat pasti mengenali betul karakter, visi, passion, dan energi untuk menjalin suatu bisnis yang baik. Menurutnya, berbisnis dengan sahabat itu baik selama ada satu kesamaan yang bisa dari segi nilai-nilai utama, seperti karakter dan integritas.

"Setelah itu, bagaimana skillnya complementary. Jadi satu mungkin jago marketing, satu jago distribusi, keuangan, dan lain sebagainya," ujar Sandi dalam video conference, Rabu (28/10/2020). (Baca juga:Bisnisnya Babak Belur, Erick Thohir Sampai Ngutang Ketua Kadin)

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini menyebut, jika tidak bisa mengenali sahabat sendiri dalam berbisnis maka akan berakibat buruk ke depannya. Karena, banyak kasus yang melihat sisi kejujuran sahabat itu justru setelah memulai bisnis dan akhirnya orang itu bukan hanya kehilangan uang tapi juga sahabat.



"Jadi, kenali sahabatmu, mulailah dengan suatu yang simpel-simpel. Sesuatu yang tidak terlalu rumit atau complicated, bangun kepercayaan dan trust. Amanah itu adalah kata-kata kunci setelah itu bangun konsistensi dan komitmen bersama," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Rosan Roeslani mengatakan, jika seseorang ingin memulai bisnis dengan sahabat seharusnya memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dibanding memulai bisnis dengan orang yang tidak dikenal. Selain itu, meskipun berbisnis dengan sahabat sendiri juga harus saling memahami peran masing-masing. (Baca juga:Moeldoko Minta Anak Muda Jangan Malu Kalau Tidak Ikut Demo)

"Memang kita harus mengetahui peran dari masing-masing. Trustnya ada dan kalau saya melihat justru dengan sahabat aturan main harus jelas dari awal. Kadang-kadang karena kita sahabat saling menggampangkan. Nah itu juga saya lihat yang menyebabkan begitu usaha membesar mulai terjadi konflik," ucap Rosan.



Sayangnya, duet maut Sandi dan Rosan di bidang bisnis tak berlanjut di urusan politik. Pada Pilpres 2019 lalu, ketika Sandi maju mendamping Prabowo, Rosan justru memilih menjadi tim sukses Jokowi-Amin. Meski di urusan politik mereka berbeda, keduanya tetap bersahabat.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top