Memaknai Kunjungan Menlu AS Pompeo Bertemu Jokowi, Benarkah Mengincar Natuna?
Kamis, 29 Oktober 2020 - 23:52 WIB
loading...
Kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo ke Indonesia pada Kamis (29/10/20) membawa sejumlah agenda penting terutama di bidang ekonomi dan pertahanan. Foto/Dok Setkab
A
A
A
JAKARTA - Kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo ke Indonesia pada Kamis (29/10/20) membawa sejumlah agenda penting terutama di bidang ekonomi dan pertahanan. Tak hanya itu, Pompeo juga memberikan perhatian lebih dalam isu keberagamaan saat menghadiri forum yang digelar Gerakan Pemuda (GP) Ansor di hari yang sama.
Kedatangan Pompeo ke Jakarta tak lama berselang setelah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke AS pada 15-19 Oktober lalu. Ini tentu saja menarik dicermati mengingat Prabowo sebelumnya dicekal ke AS karena isu hak asasi manusia (HAM).
(Baca Juga: Bertemu Menlu AS Pompeo, Jokowi Ingin Kerja Sama Ekonomi dan Pertahanan Meningkat )
Tak heran apabila kehadiran Pompeo di Indonesia ini dikait-kaitkan dengan kian mesranya hubungan bilateral antara Indonesia-AS di tengah naik turunnya tensi geopolitik AS dengan China karena masalah laut China Selatan. Seperti diketahui, China mengklaim wilayah tersebut dan memantik reaksi negatif dengan sejumlah negara termasuk AS di belakangnya.
Dalam pernyataan bersamanya, Retno Marsudi menyebut AS akan meningkatkan investasi di Tanah Air, termasuk di wilayah Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Hal itu cukup masuk akal mengingat jauh sebelumnya, di wilayah itu China telah lebih dahulu mengincar beberapa sektor usaha terutama minyak bumi melalui beberapa perusahaan. Bahkan, perbankan Negeri Panda juga sudah memiliki cabang operasioal di perairan yang berbatasan dengan Laut China Selatan itu.
Kedatangan Pompeo ke Jakarta tak lama berselang setelah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke AS pada 15-19 Oktober lalu. Ini tentu saja menarik dicermati mengingat Prabowo sebelumnya dicekal ke AS karena isu hak asasi manusia (HAM).
(Baca Juga: Bertemu Menlu AS Pompeo, Jokowi Ingin Kerja Sama Ekonomi dan Pertahanan Meningkat )
Tak heran apabila kehadiran Pompeo di Indonesia ini dikait-kaitkan dengan kian mesranya hubungan bilateral antara Indonesia-AS di tengah naik turunnya tensi geopolitik AS dengan China karena masalah laut China Selatan. Seperti diketahui, China mengklaim wilayah tersebut dan memantik reaksi negatif dengan sejumlah negara termasuk AS di belakangnya.
Dalam pernyataan bersamanya, Retno Marsudi menyebut AS akan meningkatkan investasi di Tanah Air, termasuk di wilayah Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Hal itu cukup masuk akal mengingat jauh sebelumnya, di wilayah itu China telah lebih dahulu mengincar beberapa sektor usaha terutama minyak bumi melalui beberapa perusahaan. Bahkan, perbankan Negeri Panda juga sudah memiliki cabang operasioal di perairan yang berbatasan dengan Laut China Selatan itu.
Lihat Juga :