Setelah Rebound, Ekonomi AS Diprediksi Susut Lagi
Senin, 02 November 2020 - 22:51 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Tren yang sangat jelas selama musim panas akan penguatan ekuitas, pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) , imbal hasil obligasi pemerintah yang sangat rendah, kurva imbal hasil yang lebih curam dan harga emas yang menyentuh rekor, telah memberikan volatilitas pasar keuangan.
Head of Investment Strategy, Bank of Singapore Eli Lee mengatakan, investor menjadi lebih berhati-hati karena risiko jangka pendek yang lebih besar akan kemungkinan terjadi.
“Meskipun ada ancaman jangka pendek, kami melihat prospek makro ekonomi terus mendukung aset berisiko. Kami memperkirakan ekonomi global akan pulih lebih jauh di tahun 2021 dan suku bunga tetap rendah karena The Fed yang kemungkinan akan mempertahankan suku bunga acuan setidaknya sampai akhir 2025 untuk mendukung ekonomi AS," kata Eli di Jakarta, Senin (2/11/2020).
(Baca juga: Lelang Virtual di Tengah Pandemi, Solusi DJKN Percepat Laju Ekonomi )
Sementara itu ketidakmampuan Kongres Amerika untuk menyetujui stimulus fiskal lebih lanjut meningkatkan kekhawatiran bahwa ekonomi AS akan mengalami pertumbuhan yang jauh lebih lemah pada kuartal IV/2020 setelah rebound yang kuat pada kuartal III/2020.
Head of Investment Strategy, Bank of Singapore Eli Lee mengatakan, investor menjadi lebih berhati-hati karena risiko jangka pendek yang lebih besar akan kemungkinan terjadi.
“Meskipun ada ancaman jangka pendek, kami melihat prospek makro ekonomi terus mendukung aset berisiko. Kami memperkirakan ekonomi global akan pulih lebih jauh di tahun 2021 dan suku bunga tetap rendah karena The Fed yang kemungkinan akan mempertahankan suku bunga acuan setidaknya sampai akhir 2025 untuk mendukung ekonomi AS," kata Eli di Jakarta, Senin (2/11/2020).
(Baca juga: Lelang Virtual di Tengah Pandemi, Solusi DJKN Percepat Laju Ekonomi )
Sementara itu ketidakmampuan Kongres Amerika untuk menyetujui stimulus fiskal lebih lanjut meningkatkan kekhawatiran bahwa ekonomi AS akan mengalami pertumbuhan yang jauh lebih lemah pada kuartal IV/2020 setelah rebound yang kuat pada kuartal III/2020.
Lihat Juga :