Tarif Listrik Akan Naik, Berlaku Mulai Triwulan Pertama 2021
Rabu, 04 November 2020 - 09:05 WIB
loading...
A
A
A
"Ketika tarif tidak disesuaikan (adjustment tarrif) tahun ini atau ditahan, tentu berdampak pada kompensasi sehingga kalau kita lihat subsidi listrik dan kompensasi mencapai Rp200,8 triliun," katanya.
Menurut dia, agar anggaran tidak jebol untuk menanggung kompensasi yang lebih besar memang harga seharusnya dilepas. Namun demikian, tentu melihat kondisi pandemi seperti ini maka sulit dilakukan. Terkait subsidi, dari Kementerian ESDM telah mengusulkan adanya transformasi dari subsidi barang langsung diberikan kepada orang atau penerima manfaat. (Baca juga: Infeksi Virus Corona di Eropa Capai 11 Juta)
Adapun opsi lainnya membatasi subsidi listrik hanya untuk warga miskin atau rentan miskin dengan daya 450 volt ampere (VA) di samping juga harus dibarengi dengan penerapan adjustment tarrif. "Kalau ini dilakukan, akan menghemat Rp18 triliun di 2021. Namun, upaya ini tidak maksimal jika tidak dibarengi dengan adjustment tarrif karena tantangannya tarif nggak di-adjust makan timbul peningkatan kompensasi," tandas Ubaidi.
Green Financing
Di sisi lain, PLN berencana berpartisipasi dalam green financing dengan menerbitkan dokumen "Pernyataan Kehendak PLN atas Kerangka Kerja Pembiayaan Berkelanjutan”. Hal ini dilakukan dengan dukungan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB).
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, Dokumen Pernyataan Kehendak ini merupakan tahapan awal PLN dalam berpartisipasi pada green financing dan PLN telah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung PLN menjadi perusahaan listrik yang hijau dan berkelanjutan (green dan sustain) di Indonesia. (Baca juga: Kenali dan Jangan Remehkan Gejala Long Covid)
Menurut dia, agar anggaran tidak jebol untuk menanggung kompensasi yang lebih besar memang harga seharusnya dilepas. Namun demikian, tentu melihat kondisi pandemi seperti ini maka sulit dilakukan. Terkait subsidi, dari Kementerian ESDM telah mengusulkan adanya transformasi dari subsidi barang langsung diberikan kepada orang atau penerima manfaat. (Baca juga: Infeksi Virus Corona di Eropa Capai 11 Juta)
Adapun opsi lainnya membatasi subsidi listrik hanya untuk warga miskin atau rentan miskin dengan daya 450 volt ampere (VA) di samping juga harus dibarengi dengan penerapan adjustment tarrif. "Kalau ini dilakukan, akan menghemat Rp18 triliun di 2021. Namun, upaya ini tidak maksimal jika tidak dibarengi dengan adjustment tarrif karena tantangannya tarif nggak di-adjust makan timbul peningkatan kompensasi," tandas Ubaidi.
Green Financing
Di sisi lain, PLN berencana berpartisipasi dalam green financing dengan menerbitkan dokumen "Pernyataan Kehendak PLN atas Kerangka Kerja Pembiayaan Berkelanjutan”. Hal ini dilakukan dengan dukungan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB).
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, Dokumen Pernyataan Kehendak ini merupakan tahapan awal PLN dalam berpartisipasi pada green financing dan PLN telah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung PLN menjadi perusahaan listrik yang hijau dan berkelanjutan (green dan sustain) di Indonesia. (Baca juga: Kenali dan Jangan Remehkan Gejala Long Covid)
Lihat Juga :