Menunggu Peran Swasta Dalam Pemulihan Ekonomi
Kamis, 05 November 2020 - 09:05 WIB
loading...
A
A
A
Sementara peningkatan aktivitas ekonomi terlihat dari mulai menggeliatnya industri manufaktur yang tercermin dari indeks Purchasing Managers' Index (PMI) pada Oktober sebesar 47,8. PMI manufaktur diharapkan berada di jalur di atas 50 (ekspansif). Sektor industri dasar dan aneka industri juga mengalami pemulihan di mana sektor-sektor tersebut naik 50% dibanding Maret 2020.
“Sejalan dengan hal tersebut, industri pengolahan sebagai kontributor terbesar di mana aktivitas industri yang mulai pulih ini tercermin dari peningkatan impor bahan baku dan barang modal dan neraca perdagangan di kuartal ketiga surplus menjadi USD8 miliar. Sehingga di kuartal keempat diharapkan semuanya akan positif terutama daya beli masyarakat dan peningkatan investasi,” jelasnya.
Airlangga menuturkan, perbaikan ekonomi tidak hanya terjadi di sektor riil, tetapi juga di pasar modal dan sektor keuangan. Indeks harga saham Indonesia sudah mencapai 5.159 dan kurs rupiah sudah mencapai Rp14.585 per 3 November. (Lihat videonya: Warga Lebak Panggul Motor Menerobos Banjir)
“Kinerja emiten juga 63% masih membukukan profit, dan sejalan dengan kondisi yang membaik, investment grade Indonesia berada di posisi BBB pada Agustus 2020,” paparnya.
Dia menambahkan, pemulihan ekonomi Indonesia akibat krisis pandemi tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Untuk bangkit dari keterpurukan duo krisis kesehatan dan ekonomi dibutuhkan kerja sama semua elemen bangsa untuk mengatasinya, termasuk kalangan wirausaha dan pelaku usaha.
“Saya percaya dengan kerja sama yang kuat, kita dapat menghadapi pandemi ini secara bersama-sama,” tutupnya. (Rina Anggraeni/Oktiani Endarwati/Kunthi Fahmar Sandy)
“Sejalan dengan hal tersebut, industri pengolahan sebagai kontributor terbesar di mana aktivitas industri yang mulai pulih ini tercermin dari peningkatan impor bahan baku dan barang modal dan neraca perdagangan di kuartal ketiga surplus menjadi USD8 miliar. Sehingga di kuartal keempat diharapkan semuanya akan positif terutama daya beli masyarakat dan peningkatan investasi,” jelasnya.
Airlangga menuturkan, perbaikan ekonomi tidak hanya terjadi di sektor riil, tetapi juga di pasar modal dan sektor keuangan. Indeks harga saham Indonesia sudah mencapai 5.159 dan kurs rupiah sudah mencapai Rp14.585 per 3 November. (Lihat videonya: Warga Lebak Panggul Motor Menerobos Banjir)
“Kinerja emiten juga 63% masih membukukan profit, dan sejalan dengan kondisi yang membaik, investment grade Indonesia berada di posisi BBB pada Agustus 2020,” paparnya.
Dia menambahkan, pemulihan ekonomi Indonesia akibat krisis pandemi tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Untuk bangkit dari keterpurukan duo krisis kesehatan dan ekonomi dibutuhkan kerja sama semua elemen bangsa untuk mengatasinya, termasuk kalangan wirausaha dan pelaku usaha.
“Saya percaya dengan kerja sama yang kuat, kita dapat menghadapi pandemi ini secara bersama-sama,” tutupnya. (Rina Anggraeni/Oktiani Endarwati/Kunthi Fahmar Sandy)
(ysw)
Lihat Juga :