UU Cipta Kerja Picu Semangat Reformasi Ekonomi Nasional
Kamis, 05 November 2020 - 14:18 WIB
loading...
UU Cipta Kerja menjadi jawaban dari permasalahan ekonomi, khususnya ketenagakerjaan. Manfaat dari UU Cipta Kerja ini mampu memicu permintaan tenaga kerja di Tanah Air melalui investasi dengan reformasi ekonomi yang serius. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - UU Cipta Kerja menjadi jawaban dari permasalahan ekonomi, khususnya ketenagakerjaan yang dihadapi Indonesia. Manfaat dari UU Cipta Kerja ini mampu memicu permintaan tenaga kerja di Tanah Air melalui investasi dengan reformasi ekonomi yang serius.
“Ini adalah angin segar untuk reformasi perekonomian kita yang selama ini dibebani regulasi yang tidak perlu. Bahkan, menjadi sumber-sumber resesi ekonomi,” kata Pernyataan ini disampaikan oleh Yose Rizal Damuri, Kepala Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) kepada media di Jakarta baru-baru ini. (Baca juga: Debat Terbuka dengan Aktivis, Bos BKPM Ungkap Manfaat Omnibus Law Buat Mahasiswa)
Yose Rizal juga mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam mengambil langkah tepat untuk pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah dinilai sudah melakukan sejumlah upaya untuk memulihkan perekonomian nasional di tengah masa pandemi.
Adanya deregulasi yang signifikan dari UU ini, Yose Rizal berharap kemudahan dunia usaha di Indonesia semakin meningkat. Ia juga yakin kelak UU ini akan mendorong peningkatan investasi di Indonesia. (Baca juga: Sandiaga Berharap Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang Serap Tenaga Kerja)
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga sependapat. Pada saat negara lain masih terseok-seok mengatasi resesi yang terjadi akibat pandemi Covid-19, Indonesia mampu meneken aturan baru guna menciptakan iklim investasi yang baik ke depan. "Negara lain tidak akan mengira reformasi struktural dilakukan Indonesia saat pandemi melanda. Good point, kita sudah mencuri start," ujarnya.
“Ini adalah angin segar untuk reformasi perekonomian kita yang selama ini dibebani regulasi yang tidak perlu. Bahkan, menjadi sumber-sumber resesi ekonomi,” kata Pernyataan ini disampaikan oleh Yose Rizal Damuri, Kepala Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) kepada media di Jakarta baru-baru ini. (Baca juga: Debat Terbuka dengan Aktivis, Bos BKPM Ungkap Manfaat Omnibus Law Buat Mahasiswa)
Yose Rizal juga mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam mengambil langkah tepat untuk pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah dinilai sudah melakukan sejumlah upaya untuk memulihkan perekonomian nasional di tengah masa pandemi.
Adanya deregulasi yang signifikan dari UU ini, Yose Rizal berharap kemudahan dunia usaha di Indonesia semakin meningkat. Ia juga yakin kelak UU ini akan mendorong peningkatan investasi di Indonesia. (Baca juga: Sandiaga Berharap Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang Serap Tenaga Kerja)
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga sependapat. Pada saat negara lain masih terseok-seok mengatasi resesi yang terjadi akibat pandemi Covid-19, Indonesia mampu meneken aturan baru guna menciptakan iklim investasi yang baik ke depan. "Negara lain tidak akan mengira reformasi struktural dilakukan Indonesia saat pandemi melanda. Good point, kita sudah mencuri start," ujarnya.
Lihat Juga :