Resesi Jadi Pijakan untuk Bangkitkan Ekonomi Secara Perlahan

Jum'at, 06 November 2020 - 14:16 WIB
loading...
A A A
Kedua, dukungan dari percepatan pemulihan mkonomi nasional (PEN) meski hingga kuartal III 2020 realisasinya masih di bawah 50%. Meski begitu, menurut Asmo, jika gelombang kedua Pandemi terjadi maka akan memaksa Pemerintah Indonesia untuk memperketat kembali PSBB.

"Tapi ekonomi pada kuartal IV 2020 kinerjanya tidak banyak berubah dari kuartal III 2020. Dan risiko lain juga dapat muncul saat pemerintah mencairkan paket stimulus tidak secepat yang diharapkan. Karenanya, kami memperkirakan bahwa ekonomi dalam setahun penuh 2020 bisa kira-kira berkisar dari -2,21% menjadi -1,50%," ujar dia. ( Baca juga:Jokowi dan Keluarga Bakal Nonton Bareng Debat Terbuka Gibran-Prakoso VS Bagyo Wahyono-FX Supardjo )

Ke depan, Indonesia perlu mempertahankan beberapa tingkat PSBB sampai vaksin Covid 19 tersedia secara luas. Bahkan ini bisa berlangsung hingga semester I 2021 dan bisa memberikan beberapa tantangan bagi perekonomian untuk hidup kembali lebih cepat.

Selain itu, Omnibus Law yang diharapkan dapat mendorong investasi juga membutuhkan berbagai peraturan pelaksana sebelum diberlakukan secara efektif. "Dengan demikian kami memperkirakan ekonomi untuk meningkat secara bertahap sebesar 4,43% pada tahun 2021," imbuh.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peluang Resesi Indonesia...
Peluang Resesi Indonesia di Bawah 5%, Lebih Kuat dari AS, Kanada, dan Jepang
Menkeu Purbaya Tepis...
Menkeu Purbaya Tepis Isu Resesi Indonesia Sudah Dekat
Rupiah Tembus Rp17.000...
Rupiah Tembus Rp17.000 per USD, Purbaya: Ekonomi Sedang Ekspansi
Banyak Ekonom Sebut...
Banyak Ekonom Sebut RI Sudah Resesi, Purbaya: Daya Beli Masih Ada, Kita Jauh dari Krisis
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Airlangga Blak-blakan...
Airlangga Blak-blakan Soal Alasan Pemerintah Revisi UU Cipta Kerja
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
Rekomendasi
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
PTPN III Gandeng KPK...
PTPN III Gandeng KPK Bangun Integritas dan Cegah Korupsi
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved