Pemerintah Perkuat Pendampingan Dana Desa untuk Sektor Pariwisata
Rabu, 11 November 2020 - 07:35 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menargetkan dana desa yang mencapai Rp500 triliun akan berdampak positif pada pembangunan ekonomi masyarakat di pedesaan. Salah satu strategi yang didorong adalah pendampingan masyarakat di sektor pariwisata.
Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa PDTT Samsul Widodo mengatakan setiap tahunnya ada sekitar Rp500 triliun dana dari pemerintah dan swasta yang masuk ke desa-desa. Lalu, ada tambahan dana desa sekitar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar. (Baca: Subhahanallah! Shalat tepat Waktu Berpengaruh Pada Kesuksesan)
"Jadi, uang sudah sangat banyak yang mengalir ke desa. Namun, yang dibutuhkan adalah pendampingan masyarakat dan memperkuat ekosistem kolaborasinya,” kata Samsul, dalam Forum Dialog ISED (Inovasi dan Investasi untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan yang Inklusif) 2020 yang digelar secara virtual di Jakarta, kemarin.
Dia mengingatkan pemanfaatan anggaran tersebut belum optimal karena terkendala sumber daya manusia (SDM), khususnya untuk pengembangan bisnis yang bisa menggerakkan perekonomian warga pedesaan. Karena itu, dia mengatakan, dibutuhkan pendampingan agar anggaran yang mengalir ke desa dapat dimanfaatkan secara optimal untuk beragam pembangunan di desa. (Baca juga: Kemendikbud Dukung Pelaksanaan Kampus Sehat Selama Pandemi)
Saat ini pembangunan baru sebatas infrastruktur jalan, irigasi, dan lain sebagainya. "Kita ingin semua dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan. Kemudian juga berdampak pada kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa PDTT Samsul Widodo mengatakan setiap tahunnya ada sekitar Rp500 triliun dana dari pemerintah dan swasta yang masuk ke desa-desa. Lalu, ada tambahan dana desa sekitar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar. (Baca: Subhahanallah! Shalat tepat Waktu Berpengaruh Pada Kesuksesan)
"Jadi, uang sudah sangat banyak yang mengalir ke desa. Namun, yang dibutuhkan adalah pendampingan masyarakat dan memperkuat ekosistem kolaborasinya,” kata Samsul, dalam Forum Dialog ISED (Inovasi dan Investasi untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan yang Inklusif) 2020 yang digelar secara virtual di Jakarta, kemarin.
Dia mengingatkan pemanfaatan anggaran tersebut belum optimal karena terkendala sumber daya manusia (SDM), khususnya untuk pengembangan bisnis yang bisa menggerakkan perekonomian warga pedesaan. Karena itu, dia mengatakan, dibutuhkan pendampingan agar anggaran yang mengalir ke desa dapat dimanfaatkan secara optimal untuk beragam pembangunan di desa. (Baca juga: Kemendikbud Dukung Pelaksanaan Kampus Sehat Selama Pandemi)
Saat ini pembangunan baru sebatas infrastruktur jalan, irigasi, dan lain sebagainya. "Kita ingin semua dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan. Kemudian juga berdampak pada kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Lihat Juga :