Wamenparekraf Apresiasi Pelaku Industri Kreatif yang Bertahan di Tengah Pandemi
Rabu, 11 November 2020 - 18:06 WIB
loading...
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo di Jakarta, Rabu (11/11/2020). Foto/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo hari ini menyambut ratusan peserta dari 43 negara secara virtual dalam The Friends of Creative Economy Meeting (FCE) 2020. Pertemuan internasional ini merupakan wadah diskusi untuk pengembangan ekonomi kreatif dan pemulihan krisis akibat pandemi Covid-19.
"Hari ini kita menghadapi tantangan global, yang sangat mengubah cara kita hidup. Terlebih, pandemi ini menyebabkan terbatasnya interkoneksi global dan mobilitas nasional, yang tentunya sangat mempengaruhi banyak industri kreatif," kata Angela di Jakarta, Rabu (11/11/2020).
(Baca Juga: Tetap Optimis! Wamenparekraf Yakin Pariwisata RI Bisa Lebih Cepat Pulih)
Angela mengatakan, disrupsi yang terjadi di satu area tentunya mempengaruhi area lain. Adanya PSBB juga menghalangi beroperasinya para pelaku industri kreatif.
"Sebagian besar pelaku industri kreatif adalah usaha kecil menengah (UKM), wiraswasta, dan freelancer yang memiliki kemampuan finansial lebih terbatas untuk menghadapi krisis yang mendadak," imbuhnya.
Di bagian lain, pemerintah telah melihat sisi lain di industri kreatif, terutama yang memiliki produk dan layanan digital ternyata bisa tumbuh subur dan menikmati pertumbuhan pesat dalam kondisi ini.
"Pandemi telah mempercepat disrupsi digital, dan saat ini, lebih dari sebelumnya, kita perlu mengatasi tantangan dan peluang digitalisasi, dan bagaimana hal itu memengaruhi ekonomi kreatif secara keseluruhan," ujarnya.
"Hari ini kita menghadapi tantangan global, yang sangat mengubah cara kita hidup. Terlebih, pandemi ini menyebabkan terbatasnya interkoneksi global dan mobilitas nasional, yang tentunya sangat mempengaruhi banyak industri kreatif," kata Angela di Jakarta, Rabu (11/11/2020).
(Baca Juga: Tetap Optimis! Wamenparekraf Yakin Pariwisata RI Bisa Lebih Cepat Pulih)
Angela mengatakan, disrupsi yang terjadi di satu area tentunya mempengaruhi area lain. Adanya PSBB juga menghalangi beroperasinya para pelaku industri kreatif.
"Sebagian besar pelaku industri kreatif adalah usaha kecil menengah (UKM), wiraswasta, dan freelancer yang memiliki kemampuan finansial lebih terbatas untuk menghadapi krisis yang mendadak," imbuhnya.
Di bagian lain, pemerintah telah melihat sisi lain di industri kreatif, terutama yang memiliki produk dan layanan digital ternyata bisa tumbuh subur dan menikmati pertumbuhan pesat dalam kondisi ini.
"Pandemi telah mempercepat disrupsi digital, dan saat ini, lebih dari sebelumnya, kita perlu mengatasi tantangan dan peluang digitalisasi, dan bagaimana hal itu memengaruhi ekonomi kreatif secara keseluruhan," ujarnya.
Lihat Juga :