Hadang Monopoli Alibaba Cs, China Luncurkan Aturan Baru
Kamis, 12 November 2020 - 09:41 WIB
loading...
Foto/Istimewa
A
A
A
BEIJING - Pemerintah China telah mengusulkan peraturan baru yang bertujuan mencegah praktik monopoli bisnis online, khususnya membatasi dominasi perusahaan raksasa teknologi seperti Alibaba, JD.com, Ant Group, Tencent, Meituan dan lainnya.
Melansir South China Morning Post, Kamis (12/11/2020), draf regulasi tersebut dirilis oleh Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar (SAMR), yang menegaskan akan mencegah praktik monopoli seperti menuntut vendor untuk bertransaksi hanya di satu platform secara eksklusif, sesuatu yang dituduhkan kepada Alibaba oleh pedagang dan pesaing yang lebih kecil.
Aturan baru itu juga akan melarang sesama perusahaan teknologi untuk berbagi data sensitif konsumen. Di mana hal itu kerap menjadi senjata perusahaan e-commerce untuk menawarkan diskon besar-besaran, sehingga menekan platform yang lebih kecil dan menghilangkan persaingan.
“Kebijakan tersebut jelas membidik raksasa teknologi, e-commerce, hingga pengiriman makanan online. Mereka kemungkinan akan menerima pukulan terbesar, karena sektor-sektor ini sedang mengalami kenaikan besar,” kata Alan Li, manajer portofolio di Atta Capital di Hong Kong.
Baca Juga: China kepada AS: Setop Tingkatkan Hubungan dengan Taiwan
Melansir South China Morning Post, Kamis (12/11/2020), draf regulasi tersebut dirilis oleh Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar (SAMR), yang menegaskan akan mencegah praktik monopoli seperti menuntut vendor untuk bertransaksi hanya di satu platform secara eksklusif, sesuatu yang dituduhkan kepada Alibaba oleh pedagang dan pesaing yang lebih kecil.
Aturan baru itu juga akan melarang sesama perusahaan teknologi untuk berbagi data sensitif konsumen. Di mana hal itu kerap menjadi senjata perusahaan e-commerce untuk menawarkan diskon besar-besaran, sehingga menekan platform yang lebih kecil dan menghilangkan persaingan.
“Kebijakan tersebut jelas membidik raksasa teknologi, e-commerce, hingga pengiriman makanan online. Mereka kemungkinan akan menerima pukulan terbesar, karena sektor-sektor ini sedang mengalami kenaikan besar,” kata Alan Li, manajer portofolio di Atta Capital di Hong Kong.
Baca Juga: China kepada AS: Setop Tingkatkan Hubungan dengan Taiwan
Lihat Juga :