Distribusi BST Tahap 8 Digeber, Daerah 3T Jadi Prioritas

loading...
Distribusi BST Tahap 8 Digeber, Daerah 3T Jadi Prioritas
Warga dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengambil bantuan sosial tunai Kemensos, di Kantor Pos Kebonrojo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (11/5/2020). Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - PT Pos Indonesia (Persero) terus berupaya mengoptimalkan penyaluran bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah. Berdasarkan laporan teranyar penyaluran BST untuk tahap 8 Pos Indonesia bersama anggota Bank Himbara mendapatkan jatah menyalurkan bansos tunai kepada 9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai November tahun ini.

Dari jumlah tersebut Pos Indonesia sampai 15 November 2020 telah menyalurkan sebesar 31% atau 2,5 juta lebih penerima manfaat bansos tunai sebesar Rp300 per KPM. "Distribusi bantuan pada tahap 8 sudah berjalan untuk awal November ini. BST sudah disalurkan kepada 2,5 juta lebih KPM," ujar Ketua Tim BST Pos Indonesia Husein Haris, di Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Baca Juga: Bos PT Pos Ungkap Tantangan Menyalurkan Bansos Tunai di Daerah Terpencil

Menurut dia penyaluran BST tahap 8 tahao awal akan disalurkan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah 3T yakni terdepan, terpencil dan tertinggal. Pihaknya mengakui penyaluran bansos tunai di wilayah 3T penuh tantangan salah satunya terkait faktor cuaca. "Pendistribusian BST di daerah terluar keadaan cuaca dan gelombang di Laut untuk penyaluran di wilayah kepulauan dan keterbatasan jaringan Internet tetap menjadi tantangan dalam penyaluran BST," tandas dia.



Baca Juga: Meluncur Lincah, Pak Pos Rame-rame Antar Bansos Tunai

Terkait target penyaluran tahap 8 secara menyeluruh bisa disalurkan selesai bulan ini sehingga bulan depan sudah mulai masuh penyaluran BST tahap 9. Di sisi lain, Pos Indonesia juga terus menyelesaikan penyaluran BST tahap 7 tinggal sekitar 5% dari total target. Adapun saat ini penyaluran BST tahap 7 telah mencapai 94,24% dengan sebanyak 8.510.039 KPM. "Untuk mempercepat penyaluran, PT Pos memperbanyak titik layanan dan bermitra dengan komunitas dan pemerintah daerah mulai dinas sosial, kecamatan, kelurahan, dan RT/RW untuk proses distribusi," jelasnya.
(nng)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top