PLN Disuntik PMN Rp5 Triliun Tahun Depan, Ini Rincian Alokasinya
Rabu, 18 November 2020 - 12:44 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatat pengajuan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran 2021 kepada pemerintah sebesar Rp5 triliun. Anggaran itu akan digunakan sebagai belanja modal atau capital expenditure (Capex) sejumlah proyek perseroan.
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, Capex tersebut untuk proyek-proyek sektor transmisi dan distribusi, termasuk di dalamnya pelaksanaan program listrik desa, pembangkit energi baru terbarukan (EBT) , serta menunjang program listrik desa (lisdes).
"Dapat kami sampaikan bahwa PMN Tahun Anggaran 2021 dipergunakan untuk pembiayaan belanja modal untuk proyek-proyek di sektor transmisi dan distribusi, termasuk di dalamnya pelaksanaan program listrik desa, pembangkit EBT atau energi terbaru dan terbarukan," kata Zulkifli dalam RDP bersama Komisi XI DPR, Rabu (18/11/2020).
(baca juga: Bahlil Dapat Angin Segar China, Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Akan Dibangun )
Rinciannya adalah Rp2 triliun untuk transmisi dan gardu induk. Rp3 triliun untuk distribusi termasuk pembangkit energi baru terbarukan, dan penunjang listrik desa.
Sementara untuk estimasi PMN 2021, perseroan juga mencatat, untuk regional Sumatera-Kalimantan sebesar 37 persen. Regional Jawa-Madura-Bali 28 persen, dan regional Sulawesi-Maluku-NTT-Papua sebesar 34 persen.
(Baca juga: Disuntik Rp37,38 Triliun, Kinerja BUMN Harus Moncer )
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, Capex tersebut untuk proyek-proyek sektor transmisi dan distribusi, termasuk di dalamnya pelaksanaan program listrik desa, pembangkit energi baru terbarukan (EBT) , serta menunjang program listrik desa (lisdes).
"Dapat kami sampaikan bahwa PMN Tahun Anggaran 2021 dipergunakan untuk pembiayaan belanja modal untuk proyek-proyek di sektor transmisi dan distribusi, termasuk di dalamnya pelaksanaan program listrik desa, pembangkit EBT atau energi terbaru dan terbarukan," kata Zulkifli dalam RDP bersama Komisi XI DPR, Rabu (18/11/2020).
(baca juga: Bahlil Dapat Angin Segar China, Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Akan Dibangun )
Rinciannya adalah Rp2 triliun untuk transmisi dan gardu induk. Rp3 triliun untuk distribusi termasuk pembangkit energi baru terbarukan, dan penunjang listrik desa.
Sementara untuk estimasi PMN 2021, perseroan juga mencatat, untuk regional Sumatera-Kalimantan sebesar 37 persen. Regional Jawa-Madura-Bali 28 persen, dan regional Sulawesi-Maluku-NTT-Papua sebesar 34 persen.
(Baca juga: Disuntik Rp37,38 Triliun, Kinerja BUMN Harus Moncer )
Lihat Juga :