Resto Pasca-Pandemi

Sabtu, 21 November 2020 - 08:12 WIB
loading...
Resto Pasca-Pandemi
Managing Partner Inventure Yuswohady. Foto/dok
A A A
Yuswohady
Managing Partner Inventure

Terkait dengan gelaran Indonesia Industry Outlook 2021 yang berlangsung 4–6 November lalu, saya dan tim di Inventure membuat kajian mengenai perubahan lingkungan bisnis resto pada 2021 . Secara umum bisnis resto pada 2021 akan menghadapi tiga tantangan utama, yaitu perubahan di tingkat makro, tekanan kompetisi, dan perubahan perilaku konsumen. Berikut ini ringkasannya.

I. Change Drivers

Dari sisi kondisi makro-industri, tantangan terberat yang dihadapi oleh bisnis resto adalah disrupsi pada rantai pasok makanan. Selain itu kekacauan ekonomi yang diakibatkan oleh Covid-19 dan dialami negara-negara maju turut membuat ancaman resesi dalam negeri semakin nyata. (Baca: Mewaspadai Cita Rasa Dunia: Indah tapi Beracun)

#1. Food Supply-Chain Disruption

Covid-19 menyebabkan rantai pasok makanan menjadi terhambat. Ketika pembatasan sosial diberlakukan, petani sulit untuk mendistribusikan hasil panen karena jalur logistik antarwilayah dibatasi. Akibatnya hasil panen tersimpan di gudang dan membusuk. Belum lagi ada imbauan untuk di rumah saja sehingga kebun atau ladang tidak terkelola dengan baik. Petani mengalami gagal panen dan harga bahan pangan jatuh. Sementara itu rantai pasok global juga mengalami gangguan sehingga aktivitas ekspor-impor terhambat. Ketika bisnis tidak bisa memperoleh bahan baku, bukan tidak mungkin bisnis tersebut harus menutup operasionalnya.

#2. Recession

Negara-negara maju mulai mengumumkan resesi yang berakibat pada economic instability. Bahkan yang terbaru, para menteri menginformasikan bahwa ancaman resesi di Indonesia bisa saja tak terelakkan. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu dan ancaman PHK akibat pemberlakuan PSBB, dalam lingkup keluarga konsumsi mulai menyesuaikan pola ekonomi. Studi dari McKinsey menunjukkan, terjadi penurunan konsumsi dari 23% menjadi 19%. Tidak hanya konsumsi, tetapi juga pada jumlah tabungan. Hal ini salah satunya disebabkan karyawan mengalami pengurangan gaji sehingga jumlah tabungan pun ikut turun. (Baca juga: Januari 2021, Sekolah Boleh Gelar Tatap Muka)

#3. Intermittent Social Distancing
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pegawai Hotel hingga...
Pegawai Hotel hingga Cafe Bakal Bebas Pajak Penghasilan, Efektif Dongkrak Ekonomi?
9 Restoran dan Peritel...
9 Restoran dan Peritel di AS Bangkrut, 15 Ribu Toko Bakal Tutup
Ekspansi, Kampung Kecil...
Ekspansi, Kampung Kecil Siap Buka Cabang ke-50 di Kota Kertabumi Karawang
Mengenal Miliarder Mi...
Mengenal Miliarder Mi Udon, Takaya Awata yang Kini Punya 2.000 Restoran di 28 Negara
Merambah Eropa, Resto...
Merambah Eropa, Resto Sate Khas Senayan Buka 5 Outlet di Belanda
Sambut HUT Emas, Holding...
Sambut HUT Emas, Holding Resto Sate Senayan Luncurkan Kampanye Harmoni untuk Indonesia
Ramadan, The Margo Hotel...
Ramadan, The Margo Hotel Hadirkan Menu Buka Puasa Bercita Rasa Timur Tengah
Caviar dari Dapur Zero-Waste:...
Caviar dari Dapur Zero-Waste: Inovasi Kuliner Unik di Tepi Pantai Bali
WHO Warning Angka Kasus...
WHO Warning Angka Kasus Covid-19 Akibat NB.1.8.1Terus Melonjak Cepat
Rekomendasi
Pendaftaran Magang Nasional...
Pendaftaran Magang Nasional 2026 Kembali Dibuka Hari Ini, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
Berita Terkini
Siap-siap Pendaftaran...
Siap-siap Pendaftaran Peserta Magang Nasional Angkatan II Dibuka Mulai 16 Juli
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
Hadapi Ancaman El Nino...
Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
Bittime Kantongi Izin...
Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
Infografis
Terdampak Pandemi, Berikut...
Terdampak Pandemi, Berikut Film Paling Rugi dari 2020 Sampai Sekarang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved