Ekonomi RI Terpuruk, Milenial di Jabar Makin Doyan Investasi
Senin, 23 November 2020 - 14:16 WIB
loading...
Selama pandemi Covid-19 tren investasi di pasar modal mengalami peningkatan. Jumlah investor milenial malah mengalami peningkatan saat ekonomi Indonesia dalam keadaan terpuruk. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Head Of Representative Office Jawa Barat Indonesia Stock Exchange (IDX), Reza Sadat Shahmeini mengungkapkan, bahwa selama pandemi Covid-19 tren investasi di pasar modal mengalami peningkatan. Ia mengatakan, jumlah investor milenial malah mengalami peningkatan saat ekonomi Indonesia dalam keadaan terpuruk.
"Dalam 5 bulan terakhir, jumlah investor terus meningkat. Bahkan saat ekonomi Indonesia resesi justru jumlah investor malah meningkat signifikan," katanya dalam Market Review IDX Channel, Senin (23/11/2020).
(Baca Juga: Pemilik Tabungan di Atas Rp5 Miliar Berlipat Ganda, Saatnya Edukasi Main Saham )
Ia memaparkan, semalam pandemi jumlah investor pasar modal yang terdiri dari investor saham, reksa dana, dan obligasi bertambah 1 juta SID. Sementara total investor di pasar modal sudah mencapai 3,5 juta investor.
Sambung Reza Sadat menambahkan, untuk daerah Jawa Barat (Jabar) mengalami peningkatan pertumbuhan investor baru mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Dari bulan Juli setiap bulannya ada 6200 investor baru. "Di tengah resesi justru jumlah investor kita meningkat," ungkapnya.
"Dalam 5 bulan terakhir, jumlah investor terus meningkat. Bahkan saat ekonomi Indonesia resesi justru jumlah investor malah meningkat signifikan," katanya dalam Market Review IDX Channel, Senin (23/11/2020).
(Baca Juga: Pemilik Tabungan di Atas Rp5 Miliar Berlipat Ganda, Saatnya Edukasi Main Saham )
Ia memaparkan, semalam pandemi jumlah investor pasar modal yang terdiri dari investor saham, reksa dana, dan obligasi bertambah 1 juta SID. Sementara total investor di pasar modal sudah mencapai 3,5 juta investor.
Sambung Reza Sadat menambahkan, untuk daerah Jawa Barat (Jabar) mengalami peningkatan pertumbuhan investor baru mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Dari bulan Juli setiap bulannya ada 6200 investor baru. "Di tengah resesi justru jumlah investor kita meningkat," ungkapnya.
Lihat Juga :