Ini Harapan Besar Pengusaha Logistik pada Pelabuhan Patimban

loading...
Ini Harapan Besar Pengusaha Logistik pada Pelabuhan Patimban
Pelabuhan Patimban diharapkan mampu berperan sebagai layanan rantai pasok terintegrasi pertama di Indonesia. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mengharapkan Pelabuhan Patimban mampu berperan sebagai layanan rantai pasok terintegrasi pertama (the first integrated supply chain port) di Indonesia, tidak hanya dari sisi pelabuhan akan tetapi juga dari operatornya.

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, dengan dukungan area dari sisi daratnya seluas sekitar 360 hektare (ha), Pelabuhan Patimban bakal memberikan manfaat lebih bagi perusahaan/pengguna jasanya.

"Hal itu lantaran pada area tersebut akan menjadi kawasan logistic centre dan bisa menjadi areal terbuka untuk layanan kontainer termasuk membantu pelayanan bongkar muat kendaraan/car terminal-nya itu sendiri," ujar Yukki di Jakarta, Selasa (24/11/2020).

(Baca Juga: Pelabuhan Patimban Dongkrak Daya Saing Industri Otomotif Nasional)

Dia menegaskan, pelabuhan Patimban memiliki berbagai keunggulan, antara lain; Pertama, dapat sebagai fasilitas distribusi barang bukan saja untuk lingkup nasional tetapi juga berorientasi ekspor. Kedua, Patimban secara kawasan sangat terintegrasi, mengingat hinterland atau daerah industri pendukungnya sudah mumpuni, apalagi jika akses tol langsung ke Patimban bisa direalisasikan pada akhir 2023.



Ketiga, Pelabuhan Patimban dapat berkolaborasi dengan pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, mengingat 60% kegiatan ekspor yang melalui Tanjung Priok saat ini adalah dari hinterland Jawa barat dan sekitarnya. Keempat, dengan beroperasinya Patimban, merupakan angin segar dalam upaya mengurai kemacetan di Ibu Kota Jakarta yang selama ini terimbas atas aktivitas truk logistik dari dan ke pelabuhan Tanjung Priok.

"Harapannya kemacetan di Jakarta bisa semakin terurai dengan adanya Patimban, sehingga ritase truk logistik yang selama ini turun separohnya akibat bottleneck bisa kembali normal. Dengan begitu, logistik bisa kembali efesien dan efektif," ucapnya.

(Infografik: Pelabuhan Terbesar di Indonesia Beroperasi November 2020)

Yukki yang juga menjabat Chairman ASEAN Federation of Forwarders Association (AFFA) itu menegaskan, kehadiran pelabuhan pelabuhan Patimban bukan sekedar untuk mendorong economic off skill tetapi juga menjadi economic off speed dalam melayani pengguna jasanya.

Apalagi, imbuhnya, Presiden Jokowi telah menerbitkan Inpres National Logistic Ecosystem (NLE) pada bulan Juni lalu sebagai percepatan digitalisasi logistik. "Sehingga orientasi Patimban yakni bagaimana mendorong pelabuhan itu sebagai pelabuhan yang komplit dengan digitalisasi tetapi juga membangun ekosistem dengan keterlibatan masyarakat setempat termasuk pelaku usaha manufaktur unggulannya seperti otomotif, elektronik, alas kaki, food and baverage (makanan dan minuman) dan yang lainnya merupakan potensi yang sangat besar untuk masuk ke Patimban," papar Yukki.



Dia menegaskan, oleh karenanya ALFI sangat mengapresiasi rencana pemerintah pusat maupun pemprov dalam percepatan Patimban. Namun, Yukki mengingatkan, jangan sampai adanya rencana membangun kota metropolitan di wilayah tersebut berakibat mengganggu aktivitas logistik dari dan ke pelabuhan Patimban.

(Baca Juga: Menhub Beberkan Sederet Manfaat Pelabuhan Patimban)

"Oleh sebab itu, penetapan lokasinya sebagai wilayah metropolitan menjadi sangat penting, jangan seperti di Priok, kita agak repot kini untuk membenahinya," tutur dia.

Patimban secara hinterland bukan hanya melayani Jawa Barat, tetapi sebagian Jawa Tengah dengan hadirnya industrial estate yang baru saja ditetapkan oleh pemerintah di daerah Batang. "Kalau sudah ada akses Tol langsungnya dari dan ke Patimban maka jarak tempuhnya lebih singkat. Sehingga efisiensi bukan hanya dari sisi logistik itu sendiri, tetapi juga terhadap penggunaan bahan bakar minyak (BBM) solar angkutan/truk logistiknya," tandas Yukki.

Dia menambahkan, kolaborasi antara Tanjung Priok dan Patimban menjadi hal penting untuk mendongkrak kinerja logistik di Tanah Air pada tingkat ASEAN, seperti yang dilakukan Tanjung Pelepas dan Singapura. Apalagi, imbuh Yukki, kompetisi layanan logistik akan semakin ketat dan sengit karena pada tahun 2025 akan memasuki ASEAN Conectivity.
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top