Kekurangan Kontainer Global, INSA: Perlu Ada Solusi dari Pemerintah
Kamis, 26 November 2020 - 20:23 WIB
loading...
INSA berharap ada campur tangan pemerintah untuk memberi solusi bagi sektor pelayanan dan logistik nasional terkait kekurangan kontainer secara global. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kekurangan kontainer secara global menjadi isu hangat di dunia pelayaran dan logistik saat ini. Kalangan pengusaha pelayaran menganggap perlunya menangani kondisi kekurangan kontainer global yang terjadi saat ini dengan melibatkan seluruh stakeholder sektor pelayaran .
Para eksportir, termasuk di Indonesia, mengalami kesulitan mendapatkan kontainer untuk mengirimkan barangnya ke luar negeri. Kekurangan kontainer global ini bermula dari menyebarnya pandemi Covid-19 dari China ke seluruh penjuru dunia, yang menyebabkan banyak negara melakukan lockdown dan terjadi penurunan jumlah kargo muatan kapal kontainer. Sebagai tindakan logis, untuk mempertahankan operasional, maka para operator pelayaran kontainer dunia menyusutkan jumlah operasional kapal kontainer untuk memangkas beban biaya perusahaan.
(Baca Juga: Kontainer Tercemar Covid, China Larang Impor Limbah Padat Mulai Januari)
Terkait permasalahan ini, Indonesian National Shipowners' Associations (INSA) menilai perlu adanya solusi dari pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk membawa kontainer kosong ke Indonesia. Adapun, 1.292 kontainer yang infonya terhambat ekspor agar diakomodasi untuk tujuan ekspor ke negara tujuan utama (long haul) seperti ke Eropa dan Amerika.
Selanjutnya, diusulkan pula agar repo kontainer kosong ke Indonesia untuk dibebaskan biaya bongkar di pelabuhan, selain itu mendorong dibukanya keran impor ke Indonesia, serta eksportir diharapkan mensubstitusi tipe kontainer, dari biasanya menggunakan 40 HC menjadi 20 DC. "DPP INSA sudah menyampaikan beberapa usulan ini dalam rapat beberapa waktu lalu dengan pemerintah dan stakeholder lainnya," ujar Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto, Kamis (26/11/2020).
Para eksportir, termasuk di Indonesia, mengalami kesulitan mendapatkan kontainer untuk mengirimkan barangnya ke luar negeri. Kekurangan kontainer global ini bermula dari menyebarnya pandemi Covid-19 dari China ke seluruh penjuru dunia, yang menyebabkan banyak negara melakukan lockdown dan terjadi penurunan jumlah kargo muatan kapal kontainer. Sebagai tindakan logis, untuk mempertahankan operasional, maka para operator pelayaran kontainer dunia menyusutkan jumlah operasional kapal kontainer untuk memangkas beban biaya perusahaan.
(Baca Juga: Kontainer Tercemar Covid, China Larang Impor Limbah Padat Mulai Januari)
Terkait permasalahan ini, Indonesian National Shipowners' Associations (INSA) menilai perlu adanya solusi dari pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk membawa kontainer kosong ke Indonesia. Adapun, 1.292 kontainer yang infonya terhambat ekspor agar diakomodasi untuk tujuan ekspor ke negara tujuan utama (long haul) seperti ke Eropa dan Amerika.
Selanjutnya, diusulkan pula agar repo kontainer kosong ke Indonesia untuk dibebaskan biaya bongkar di pelabuhan, selain itu mendorong dibukanya keran impor ke Indonesia, serta eksportir diharapkan mensubstitusi tipe kontainer, dari biasanya menggunakan 40 HC menjadi 20 DC. "DPP INSA sudah menyampaikan beberapa usulan ini dalam rapat beberapa waktu lalu dengan pemerintah dan stakeholder lainnya," ujar Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto, Kamis (26/11/2020).
Lihat Juga :