Pulau Bali Akan Punya Jalur KA, Pengamat: Transportasi Berbasis Rel Lebih Hemat Lahan

Senin, 30 November 2020 - 22:06 WIB
loading...
Pulau Bali Akan Punya...
Pulau Bali yang selama ini begitu kesohor dengan pariwisata akan mempunyai transportasi berbasis rel. Pengamat transportasi mengatakan, pembangunan jalur berbasis rel itu bisa lebih menghemat lahan. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pulau Bali yang selama ini begitu kesohor dengan pariwisata akan mempunyai transportasi berbasis rel. Pemerintah berencana membangun jalur kereta dari Badung ke Buleleng. Artinya ini menghubungkan Selatan dan Utara.

Selama ini, pariwisata Pulau Dewata itu menumpuk di bagian selatan. Dengan dibangunnya jalur rel ke selatan diharapkan pariwisata dan ekonomi di Utara bisa tumbuh pesat.

Rencana itu tertera dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 Tentang Proyek Strategis Nasional. Selain di Bali, pemerintah akan membuat seluruh jalur kereta di Selatan Jawa menjadi double track.

(Baca Juga: KA Makin Pacu Ekonomi Bali )

Di Sumatera, ada jalur Rantau Prapat-Pekanbaru dan Tebing Tinggi-Kuala Tanjung. Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, pembangunan jalur berbasis rel itu bisa lebih menghemat lahan.

Bandingkan, kebutuhan lahan untuk jalur tol itu lebar minimal 50 meter. Sedangkan untuk rel, hanya butuh 20 meter. Itu sudah double track.

Djoko menerangkan, pembangunan transportasi umum di Bali lebih baik berbasis rel. Saat ini untuk wilayah perkotaan, Bali sudah memiliki Trans Metro Dewata. Ada 105 bus yang melayani 4 rute, salah satunya, Terminal Ubung (Denpasar)-Sentral Parkir Monkey Forest (Ubud).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Naikkan Fuel...
Pemerintah Naikkan Fuel Surcharge Maskapai, Tiket Pesawat Jakarta-Bali Tembus Rp2,4 Juta
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Komisi V DPR Dorong...
Komisi V DPR Dorong Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api
Jadikan Bali Pusat Keuangan...
Jadikan Bali Pusat Keuangan Internasional, Purbaya Tawarkan Pajak 0 Persen
Desakan Mundur Dirut...
Desakan Mundur Dirut KAI, Pengamat: Evaluasi Harus Objektif, Bukan Tekanan Politik
Water Taxi Bakal Dikembangkan...
Water Taxi Bakal Dikembangkan di Bali, Bandara Ngurah Rai ke Canggu Cuma 30 Menit
Inul Daratista Geram...
Inul Daratista Geram Dituding Gila Hormat, Ungkap Alasan Petugas KAI Melayani Sambil Jongkok
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
Rekomendasi
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Iran Punya Rudal Jelajah...
Iran Punya Rudal Jelajah Lebih Hebat dari Tomahawk AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved