KA Makin Pacu Ekonomi Bali

loading...
KA Makin Pacu Ekonomi Bali
Pemerintah memastikan segera membangun jalur rel kereta api (KA) di Pulau Bali yang melingkupi wilayah dari Kabupaten Badung hingga Buleleng. Foto/Koran SINDO
JAKARTA - Pemerintah memastikan segera membangun jalur rel kereta api (KA) di Pulau Bali yang melingkupi wilayah dari Kabupaten Badung hingga Buleleng. Kehadiran kereta ini diyakini makin mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi, utamanya dari sektor pariwisata di kawasan Bali Utara.

Keseriusan pemerintah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109/2020 tentang Perubahan Ketiga atas Perpres No 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Dalam perpres tersebut dijelaskan bahwa salah satu proyek baru yang bakal dikebut pemerintah adalah penyelenggaraan angkutan massal berbasis rel wilayah Badung–Buleleng. (Baca: Sempurnakan Wudhu Agar Ibadah Diterima Allah)

Selain kereta di Bali, proyek baru yang bakal digelar pemerintah pusat adalah kereta api ringan (light rail transit), yaitu pembangunan LRT Jakarta International Stadium–Kelapa Gading dan Velodrome–Manggarai.

Rencana pembangunan jalur KA di wilayah Bali telah mengemuka sejak 2018 silam. Proyek ini bertujuan untuk mempercepat akses antara Bali Selatan dan Bali Utara. Dengan adanya jalur KA ini, ketimpangan ekonomi di Bali Utara bisa diminimalkan. Di antara rute yang sempat muncul saat itu adalah dari Desa Mengwitani, Kecamaan Mengwi, Kabupaten Badung hingga Desa Sukasada, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.



Namun Perpres Nomor 109/2020 belum memerinci rute mana saja yang akhirnya disepakati. Termasuk kapan proyek ini akan dimulai juga belum ada kepastian. Selain KA berbasis rel, proyek kereta yang sempat ramai diwacanakan untuk diterapkan di Bali adalah kereta tanpa rel.

KA canggih ini diproyeksikan akan menghubungkan Bandara Internasional Ngurah Rai dengan kawasan wisata di Sanur. Beberapa investor diketahui tertarik pada proyek KA ini. Di antara opsi kereta yang bakal dijalankan adalah autonomous rail rapid transit (ART).

Berbeda dengan KA umumnya, kereta ART akan berjalan tak di atas rel, tetapi di jalan raya dengan dukungan persinyalan khusus. Investasi ART dianggap lebih irit ketimbang KA biasa yang berbasis rel. (Baca juga: Seleksi Guru PPPK, Guru Wajib Terdata di Dapodik)



Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri pada Agustus lalu mengungkapkan bahwa pemerintah berencana membuat jaringan kereta yang diharapkan menghubungkan kawasan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan atau yang dikenal dengan sebutan Sarbagita. Kawasan-kawasan itu dianggap strategis karena memiliki potensi perekonomian yang besar. Sarbagita juga diyakini makin menghidupkan wilayah Bali Utara karena kemudahan akses transportasi makin terjamin.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top