Restrukturisasi Kredit Bersambung Bikin Nafas Dunia Usaha Makin Panjang
Rabu, 02 Desember 2020 - 15:33 WIB
loading...
Perpanjangan restrukturisasi kredit, diyakini akan menjadi semacam memperpanjang nafas dari dunia usaha dalam upaya melakukan perbaikan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Perpanjangan restrukturisasi kredit , diyakini akan menjadi semacam memperpanjang nafas dari dunia usaha dalam upaya melakukan perbaikan. Sehingga dalam periode 2021 sampai Maret 2022 diharapkan kondisi kinerja dari sektor ekonomi dari sisi produksinya maupun debitur cenderung bisa lebih baik.
"Sehingga pengelolaan cashflow semakin baik sehingga nanti pada saat Maret 2022 perbankan akan jauh lebih baik lagi memitigasi risiko kredit yang bisa dimunculkan," ucap Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede dalam acara Financial Stability Review IDX Channel, Rabu (2/11/2020).
(Baca Juga: Hore, Restrukturisasi Kredit Diperpanjang 31 Maret 2022 )
Namun, karena bervariasinya cashflow cycle dari berbagai sektor ekonomi akan mempengaruhi cepat atau lambatnya pemulihan. Ada yang kemungkinan pemulihannya cepat dan ada juga yang pemulihannya panjang.
"Sehingga kalau (restrukturisasi kredit) tidak diperpanjang artinya sampai Maret 2021 tentu beban dari sektor usaha cenderung lebih besar," katanya.
"Sehingga pengelolaan cashflow semakin baik sehingga nanti pada saat Maret 2022 perbankan akan jauh lebih baik lagi memitigasi risiko kredit yang bisa dimunculkan," ucap Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede dalam acara Financial Stability Review IDX Channel, Rabu (2/11/2020).
(Baca Juga: Hore, Restrukturisasi Kredit Diperpanjang 31 Maret 2022 )
Namun, karena bervariasinya cashflow cycle dari berbagai sektor ekonomi akan mempengaruhi cepat atau lambatnya pemulihan. Ada yang kemungkinan pemulihannya cepat dan ada juga yang pemulihannya panjang.
"Sehingga kalau (restrukturisasi kredit) tidak diperpanjang artinya sampai Maret 2021 tentu beban dari sektor usaha cenderung lebih besar," katanya.
Lihat Juga :