Lima Jurus Fiskal agar Investasi Migas Kian Luber
Rabu, 02 Desember 2020 - 20:52 WIB
loading...
A
A
A
Keempat, Penerapan discounted gas price untuk volume penjualan di atas take or pay dan daily contract quantity.
Dwi mengatakan, dalam menyikapi kondisi ekonomi global yang melemah saat ini, maka diperlukan fleksibilitas dalam perjanjian penjualan gas jangka panjang dengan menerapkan potongan harga gas untuk volume penjualan di atas volume take or pay dan daily contract quantity.
"Kebijakan ini terutama diberlakukan pada kontrak gas yang tidak memiliki pembeli alternatif," kata dia. ( Baca juga:Duterte Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19 untuk Keperluan Darurat )
Lima, penerapan insentif investasi seperti depresiasi dipercepat, perubahan split sementara, DMO harga penuh. Insentif ini telah diterapkan untuk mendukung skala ekonomi untuk seluruh wilayah kerja atau untuk bidang tertentu melalui persetujuan rencana pembangunan.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah. Dengan adanya kebijakan fiskal tersebut diharapkan dapat membantu usaha peningkatan produksi, untuk mendukung keberlanjutan energi kita, utamanya pencapaian target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada tahun 2030,” ujar dia.
Dwi mengatakan, dalam menyikapi kondisi ekonomi global yang melemah saat ini, maka diperlukan fleksibilitas dalam perjanjian penjualan gas jangka panjang dengan menerapkan potongan harga gas untuk volume penjualan di atas volume take or pay dan daily contract quantity.
"Kebijakan ini terutama diberlakukan pada kontrak gas yang tidak memiliki pembeli alternatif," kata dia. ( Baca juga:Duterte Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19 untuk Keperluan Darurat )
Lima, penerapan insentif investasi seperti depresiasi dipercepat, perubahan split sementara, DMO harga penuh. Insentif ini telah diterapkan untuk mendukung skala ekonomi untuk seluruh wilayah kerja atau untuk bidang tertentu melalui persetujuan rencana pembangunan.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah. Dengan adanya kebijakan fiskal tersebut diharapkan dapat membantu usaha peningkatan produksi, untuk mendukung keberlanjutan energi kita, utamanya pencapaian target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada tahun 2030,” ujar dia.
(uka)
Lihat Juga :