BPUI Disuntik Modal Lagi Rp268 Miliar, Buat Apa?
Senin, 07 Desember 2020 - 17:54 WIB
loading...
FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk menambah suntikan dana sebesar Rp 268 miliar kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI . Suntikan dana tersebut sebagai penambahan Penyertaan modal Negara (PMN) ke dalam modal saham perseroan.
Langkah itu diputuskan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 67 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia.
Dalam beleid tersebut, dijelaskan bahwa untuk memperbaiki struktur permodalan BPUI, perlu dilakukan penambahan PMN ke dalam modal saham Perusahaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun (APBN) Anggaran 2020. Di mana, penambahan PMN dilakukan melalui konversi piutang pokok negara berupa Subsidiary Loan Agreement (SLA) pada BPUI.
"Nilai penambahan penyertaan modal negara paling banyak Rp 268 miliar," demikian bunyi Pasal 2 beleid tersebut, dikutip, Jakarta, Senin (7/12/2020).
Baca Juga: Simak! Kronologis Penyelamatan Jiwasraya Melalui IFG
Langkah itu diputuskan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 67 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia.
Dalam beleid tersebut, dijelaskan bahwa untuk memperbaiki struktur permodalan BPUI, perlu dilakukan penambahan PMN ke dalam modal saham Perusahaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun (APBN) Anggaran 2020. Di mana, penambahan PMN dilakukan melalui konversi piutang pokok negara berupa Subsidiary Loan Agreement (SLA) pada BPUI.
"Nilai penambahan penyertaan modal negara paling banyak Rp 268 miliar," demikian bunyi Pasal 2 beleid tersebut, dikutip, Jakarta, Senin (7/12/2020).
Baca Juga: Simak! Kronologis Penyelamatan Jiwasraya Melalui IFG
Lihat Juga :