Ramalan Ekonomi RI dari ADB, Tambah Mengerikan?
Kamis, 10 Desember 2020 - 17:35 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya itu, penurunan proyeksi juga mempertimbangkan perkembangan indikator sosial yang dirilis BPS yaitu hampir 30 juta orang telah terdampak Covid-19 dari segi mata pencahariannya melalui pengurangan jam kerja, penangguhan pekerjaan dan kehilangan pekerjaan. Dengan demikian, pihaknya turut melakukan koreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2021 yang berdasarkan publikasi pada September lalu sebesar 5,3 persen kini menjadi 4,5 persen.
Baca Juga: Bangkitkan Ekonomi, Jateng Butuh Lima Jalan Tol Senilai Rp106,4 Triliun
Dia menyebut, pada tahun depan akan terjadi pemulihan dalam konsumsi swasta yang didukung oleh kecepatan penanganan pandemi karena mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan dukungan berkelanjutan dari program pemulihan ekonomi. Pemulihan ekonomi Indonesia pada tahun depan juga didukung oleh kinerja ekspor yang lebih baik karena akan meningkatkan kapasitas manufaktur. “Kami memiliki inflasi yang sedikit lebih tinggi untuk 2021 yaitu sebesar 2,4 persen atau lebih rendah,” katanya.
Baca Juga: Bangkitkan Ekonomi, Jateng Butuh Lima Jalan Tol Senilai Rp106,4 Triliun
Dia menyebut, pada tahun depan akan terjadi pemulihan dalam konsumsi swasta yang didukung oleh kecepatan penanganan pandemi karena mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan dukungan berkelanjutan dari program pemulihan ekonomi. Pemulihan ekonomi Indonesia pada tahun depan juga didukung oleh kinerja ekspor yang lebih baik karena akan meningkatkan kapasitas manufaktur. “Kami memiliki inflasi yang sedikit lebih tinggi untuk 2021 yaitu sebesar 2,4 persen atau lebih rendah,” katanya.
(nng)
Lihat Juga :