Agar Tak Dicaplok Pengembang, Pemerintah Cari Cara Mengunci Sawah

Jum'at, 11 Desember 2020 - 22:19 WIB
loading...
Agar Tak Dicaplok Pengembang,...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil membidik lahan sawah abadi agar bisa digunakan pemerintah. Pasalnya, sawah abadi memiliki potensi besar untuk ekonomi Indonesia, makanya pemerintah fokus untuk melakukan penguncian terhadap jenis sawah tersebut.

Nantinya, sawah atau lahan yang dinyatakan abadi tidak akan bisa digunakan untuk kepentingan yang lain. Pemerintah pun akan memasukannya ke dalam RTRW (rencana tata ruang wilayah). ( Baca juga:Menteri Agraria dan Tata Ruang: Mafia Tanah Indonesia Luar Biasa! )

"Sekarang kita fokuskan dulu pada sawah abadi. Bagaimana cara menguncinya, dimasukkan ke dalam RTRW (rencana tata ruang wilayah)," ujar Sofyan dalam video virtual, Jumat (11/12/2020).

Kata dia, agar bisa melakukan penguncian pemerintah berkewajiban memberikan insentif kepada pemilik sawah sebagai kompensasi. Sementara insentif yang saat ini ada belum cukup memadahi. ( Baca juga:Luar Biasa, Donasi untuk 6 Anggota FPI Capai Rp1,7 Miliar )

"Insentif yang kita berikan belum cukup. Insentif supaya kalau sawah itu dikunci untuk jadi sawah abadi tidak bisa berubah-ubah," bebernya.

Apalagi jika sawah tersebut berada di pinggir jalan atau lokasi strategis, maka nilainya akan lebih tinggi jika digunakan untuk kegiatan lain. "Nah sistem insentif ini belum cukup memadai. Apakah kita berikan insentif pajak dan lain lain. Jauh lebih rumit dari yang kita bayangkan," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
8 Juta Sertifikat Tanah...
8 Juta Sertifikat Tanah Gratis Bakal Diterbitkan untuk MBR, Intip Tiga Kategorinya
Pemerintah Guyur Diskon...
Pemerintah Guyur Diskon Transportasi saat Libur Sekolah: Bisa jadi Penggerak Kelas Menengah
Menteri ATR Nusron Wahid...
Menteri ATR Nusron Wahid Akui Mayoritas Tanah di Indonesia Dikuasai Kelompok Tertentu
Tantangan Purbaya soal...
Tantangan Purbaya soal Reformasi Pasar Modal: Kalau Hasilnya Bagus, Datang Minta Insentif
Purbaya Bakal Kucurkan...
Purbaya Bakal Kucurkan Insentif Motor Listrik, Rp5 Juta Setiap Kendaraan
DJP Rombak Ulang Ketentuan...
DJP Rombak Ulang Ketentuan Tarif Pajak 0,5% bagi UMKM
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Rekomendasi
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved