Ini Faktor Kenapa BI Harus Pertahankan Suku Bunga

Kamis, 17 Desember 2020 - 10:14 WIB
loading...
Ini Faktor Kenapa BI...
Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan menahan suku bunga acuan, mengingat bank butuh waktu menyesuaikan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan menahan suku bunga acuan , mengingat bank butuh waktu menyesuaikan. Seperti diketahui saat ini suku bunga acuan sudah sangat rendah, sementara suku bunga perbankan belum sepenuhnya mengikuti.

Ekonom Core Piter Abdullah mengatakan BI harus memberi waktu untuk bank melakukan penyesuaian. "Selain itu ada risiko apabila BI kembali menurunkan suku bunga acuan pada bulan ini," kata Piter saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (17/12/2020).

(Baca Juga: Suku Bunga Acuan Turun, Tarik Perusahaan Properti Melantai di Bursa )

Kata dia, suku bunga acuan yang terlalu cepat turun akan direspons negatif oleh pelaku pasar. "Suku bunga acuan yang terlalu cepat turun akan direspons negatif oleh pelaku pasar," katanya.

Senada juga dikatakan Ekonom makroekonomi dan pasar keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky, dimana terang dia BI akan menahan suku bunga acuan di level 37,5% pada akhir tahun 2020 ini. “Kami melihat BI perlu menahan suku bunga kebijakannya di bulan ini dengan tetap menjaga stabilitas sektor keuangan,” tandasnya.

(Baca Juga: Demi Pemulihan Ekonomi, BI Kembali Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 3,75% )

Sedangkan Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengutarakan, kebijakan suku bunga acuan BI yang tetap di level 3,75% diperkirakan masih konsisten untuk menjaga stabilitas rupiah serta menjangkar ekspektasi inflasi dalam jangka pendek.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
Lowongan Kerja Bank...
Lowongan Kerja Bank BRI Juli 2026, Dibutuhkan Lulusan S1-S2 Berbagai Jurusan
Rekomendasi
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved