Ini Rekomendasi Bank Dunia untuk Ketahanan Pangan Indonesia
Kamis, 17 Desember 2020 - 13:42 WIB
loading...
Bank Dunia merekomendasikan tiga hal untuk ketahanan pangan di Indonesia. (Foto: Dok. Sindonews)
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Senior Bank Dunia untuk Indonesia, Ralph Van Doom menyebutkan bahwa ada tiga hal yang direkomendasikan Bank Dunia untuk mengatasi tantangan ketahanan pangan dan memodernisasi sistem pertanian pangan di Indonesia.
“Pertama, pendekatan ketahanan pangan perlu diperluas untuk menjawab kebutuhan Indonesia dan mewujudkan visi ketahanan pangan komprehensif yang tertuang dalam Undang-Undang Pangan,” kata Ralph dalam video virtual, Kamis (17/12/2020).
(Baca juga:Pasar Domestik Jadi Penguat Ketahanan Pangan)
Kedua, tujuan kebijakan perlu disesuaikan, instrumen kebijakan disesuaikan dan ruang lingkup kebijakan didefinisikan ulang. Ketiga, pengeluaran publik perlu dialokasikan kembali untuk mendapatkan dampak yang lebih besar dan produktif. Untuk menerapkan strategi ketahanan pangan yang lebih luas ini, kata Ralph, tujuan kebijakan perlu disesuaikan untuk meningkatkan beberapa hal.
Produktivitas, kata dia, harus bergeser dari fokus eksklusif pada peningkatan hasil ke peningkatan produktivitas tanaman dan ternak. Untuk diversifikasi, perlu transisi dari fokus pada tanaman pilihan ke arah budaya pertanian yang beragam yang menguntungkan semua petani.
(Baca juga:Ketahanan Pangan Terjaga Petani Sejahtera)
Sementara itu, untuk daya saing, harus beralih dari melindungi pasar domestik dengan pembatasan impor menjadi mendukung peningkatan daya saing pertanian, dan membuka pasar ekspor yang luas bagi produsen dalam negeri. “Kualitas belanja publik dalam sistem agrifood perlu ditingkatkan,” tambah Ralph.
“Pertama, pendekatan ketahanan pangan perlu diperluas untuk menjawab kebutuhan Indonesia dan mewujudkan visi ketahanan pangan komprehensif yang tertuang dalam Undang-Undang Pangan,” kata Ralph dalam video virtual, Kamis (17/12/2020).
(Baca juga:Pasar Domestik Jadi Penguat Ketahanan Pangan)
Kedua, tujuan kebijakan perlu disesuaikan, instrumen kebijakan disesuaikan dan ruang lingkup kebijakan didefinisikan ulang. Ketiga, pengeluaran publik perlu dialokasikan kembali untuk mendapatkan dampak yang lebih besar dan produktif. Untuk menerapkan strategi ketahanan pangan yang lebih luas ini, kata Ralph, tujuan kebijakan perlu disesuaikan untuk meningkatkan beberapa hal.
Produktivitas, kata dia, harus bergeser dari fokus eksklusif pada peningkatan hasil ke peningkatan produktivitas tanaman dan ternak. Untuk diversifikasi, perlu transisi dari fokus pada tanaman pilihan ke arah budaya pertanian yang beragam yang menguntungkan semua petani.
(Baca juga:Ketahanan Pangan Terjaga Petani Sejahtera)
Sementara itu, untuk daya saing, harus beralih dari melindungi pasar domestik dengan pembatasan impor menjadi mendukung peningkatan daya saing pertanian, dan membuka pasar ekspor yang luas bagi produsen dalam negeri. “Kualitas belanja publik dalam sistem agrifood perlu ditingkatkan,” tambah Ralph.
Lihat Juga :