Jalan Terjal Menggapai Bonus di Tahun 2030
Selasa, 22 Desember 2020 - 15:18 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indonesia akan mendapatkan puncak bonus demografi periode 2020-2030. Pada periode tersebut, struktur penduduk Indonesia semakin besar akan diisi oleh penduduk berusia muda, di rentang 20-39 tahun.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, satu dekade ke depan menjadi penentuan bagi Indonesia untuk bisa memanfaatkan perubahan ini.
"Di sisi lain, data tenaga kerja kita menunjukkan saat ini ada 203 juta penduduk usia kerja dan 138 juta angkatan kerja. Setiap tahun setidaknya ada 2-2,5 juta angkatan kerja baru yang masuk ke pasar kerja sehingga kebutuhan lapangan kerja baru sangat mendesak," terang Ida dalam video virtual di Jakarta, Selasa(22/12/2020). (Baca juga:Refleksi Hari Ibu, Berbahagialah Merangkap Wanita Karier )
Adanya pandemi Covid-19 telah menyebabkan turbulensi kepada ekonomi dan berdampak ke tenaga kerja. Data BPS Agustus 2020 ada 9,7 juta pengangguran dengan tingkat pengangguran terbuka jadi 7,07%.
"Bahkan kalau dilihat lebih detail, data BPS dengan mengikuti standar ILO terkait dampak pandemi terhadap hilangnya jam kerja, terdapat 29,12 juta orang usia kerja yang terdampak pandemi," ungkap Ida.
Kalau berdasarkan data tersebut, terlihat salah satu yang paling dibutuhkan pemulihan ekonomi adalah penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat. Dengan adanya prediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh positif pada tahun depan, maka diharapkan juga akan tercipta lapangan kerja baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Di tengah besarnya kebutuhan penciptaan lapangan kerja, Indonesia menghadapi tantangan bahwa iklim penciptaan lapangan kerja baru masih belum bersahabat. Data menunjukkan peringkat kemudahan berusaha Indonesia berada di peringkat 73.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, satu dekade ke depan menjadi penentuan bagi Indonesia untuk bisa memanfaatkan perubahan ini.
"Di sisi lain, data tenaga kerja kita menunjukkan saat ini ada 203 juta penduduk usia kerja dan 138 juta angkatan kerja. Setiap tahun setidaknya ada 2-2,5 juta angkatan kerja baru yang masuk ke pasar kerja sehingga kebutuhan lapangan kerja baru sangat mendesak," terang Ida dalam video virtual di Jakarta, Selasa(22/12/2020). (Baca juga:Refleksi Hari Ibu, Berbahagialah Merangkap Wanita Karier )
Adanya pandemi Covid-19 telah menyebabkan turbulensi kepada ekonomi dan berdampak ke tenaga kerja. Data BPS Agustus 2020 ada 9,7 juta pengangguran dengan tingkat pengangguran terbuka jadi 7,07%.
"Bahkan kalau dilihat lebih detail, data BPS dengan mengikuti standar ILO terkait dampak pandemi terhadap hilangnya jam kerja, terdapat 29,12 juta orang usia kerja yang terdampak pandemi," ungkap Ida.
Kalau berdasarkan data tersebut, terlihat salah satu yang paling dibutuhkan pemulihan ekonomi adalah penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat. Dengan adanya prediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh positif pada tahun depan, maka diharapkan juga akan tercipta lapangan kerja baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Di tengah besarnya kebutuhan penciptaan lapangan kerja, Indonesia menghadapi tantangan bahwa iklim penciptaan lapangan kerja baru masih belum bersahabat. Data menunjukkan peringkat kemudahan berusaha Indonesia berada di peringkat 73.
Lihat Juga :