Bankir Jadi Menkes, Ekonom: Jangan-Jangan Nanti Perhitungannya Malah Untung Rugi
Selasa, 22 Desember 2020 - 17:29 WIB
loading...
Budi Gunadi Sadikin. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan perombakan atau reshuffle kabinet Indonesia Maju. Menurut pengamat ekonomi Bhima Yudhistira, ada yang unik dalam susunan kabinet baru kali ini, sebab orang yang profesional di bidang ekonomi malah di tempatkan di bidang kesehatan, yakni Budi Gunadi Sadikin alias BGS .
"Jadi apakah ini karena Pak Jokowi ingin jadikan kesehatan nomor dua dan persoalan diselesaikan ekonomi? Atau memang ada ketidakpercayaan terhadap seluruh jajaran Kementrian Kesehatan, termasuk dirjen dan staf, terkait penanganan covid yang dinilai lambat? Sehingga dibutuhkan eksekutor yang memahami bisnis," ucap Bhima saat dihubungi di Jakarta, Selasa (22/12/2020). ( Baca juga:Budi Gunadi Sadikin, Senior di Perbankan yang Ditunjuk Menjadi Menkes )
Bhima juga mempertanyakan penunjukkan BGS menjadi menteri kesehatan (menkes). Dia bilang, dalam pemilihan menkes apakah tidak ada orang yang lebih kompeten yang menguasai bidang kesehatan masyarakat.
"Nah ini kan kalau diserahkan pada pembisnis nanti kebijakannya apakah bisa selaras dengan upaya penanganan covid yang lebih scientific berbasis pada data. Jangan-jangan nanti malah perhitungannya malah untung rugi bisnis," sindir dia.
Seperti diketahui, Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menjabat Wakil menteri BUMN pada 2019. Budi juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sejak September 2017.
"Jadi apakah ini karena Pak Jokowi ingin jadikan kesehatan nomor dua dan persoalan diselesaikan ekonomi? Atau memang ada ketidakpercayaan terhadap seluruh jajaran Kementrian Kesehatan, termasuk dirjen dan staf, terkait penanganan covid yang dinilai lambat? Sehingga dibutuhkan eksekutor yang memahami bisnis," ucap Bhima saat dihubungi di Jakarta, Selasa (22/12/2020). ( Baca juga:Budi Gunadi Sadikin, Senior di Perbankan yang Ditunjuk Menjadi Menkes )
Bhima juga mempertanyakan penunjukkan BGS menjadi menteri kesehatan (menkes). Dia bilang, dalam pemilihan menkes apakah tidak ada orang yang lebih kompeten yang menguasai bidang kesehatan masyarakat.
"Nah ini kan kalau diserahkan pada pembisnis nanti kebijakannya apakah bisa selaras dengan upaya penanganan covid yang lebih scientific berbasis pada data. Jangan-jangan nanti malah perhitungannya malah untung rugi bisnis," sindir dia.
Seperti diketahui, Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menjabat Wakil menteri BUMN pada 2019. Budi juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sejak September 2017.
Lihat Juga :