Sri Mulyani Akui Kelola Duit Negara Lebih Luwes Mendatangkan Risiko Korupsi
Rabu, 23 Desember 2020 - 14:40 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menerangkan, fleksibilitas pengelolaan keuangan negara juga bisa mendatangkan risiko baru seperti korupsi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menerangkan, fleksibilitas pengelolaan keuangan negara juga bisa mendatangkan risiko baru seperti korupsi. Lantaran itu, Ia meminta aparat pengawas internal pemerintah (APIP) memperkuat independensinya dalam mengawasi pemanfaatan keuangan negara di tengah pandemi Covid-19.
"Jadi kita secara profesional sebagai sebuah asosiasi untuk para internal auditor sudah selayaknya dan seharusnya merasa tidak puas, itu dalam suasana biasa," kata Menkeu Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (23/12/2020).
(Baca Juga: Sri Mulyani Bersiap Hadapi Tantangan Ekonomi RI 2021, Apa Saja? )
Lalu dia menambahkan, kembali mengenai peran strategis yang perlu ditingkatkan kepada organisasi profesi yang beranggotakan perorangan dan unit kerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
"Kita semua telah memahami bahwa AAIPI memiliki peran strategis untuk memperkuat dan menunjang efektivitas sistem pengendalian intern dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif dan akuntabel," katanya.
"Jadi kita secara profesional sebagai sebuah asosiasi untuk para internal auditor sudah selayaknya dan seharusnya merasa tidak puas, itu dalam suasana biasa," kata Menkeu Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (23/12/2020).
(Baca Juga: Sri Mulyani Bersiap Hadapi Tantangan Ekonomi RI 2021, Apa Saja? )
Lalu dia menambahkan, kembali mengenai peran strategis yang perlu ditingkatkan kepada organisasi profesi yang beranggotakan perorangan dan unit kerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
"Kita semua telah memahami bahwa AAIPI memiliki peran strategis untuk memperkuat dan menunjang efektivitas sistem pengendalian intern dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif dan akuntabel," katanya.
Lihat Juga :