Jelang Lebaran, Tren Pendanaan di Akseleran Cenderung Meningkat

Kamis, 14 Mei 2020 - 12:28 WIB
loading...
Jelang Lebaran, Tren...
CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Tambunan. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Penyedia layanan Peer to Peer (P2P) Lending Akseleran menyebutkan, jelang Lebaran nilai pendanaan perusahaan memperlihatkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Setidaknya, hingga akhir Maret 2020, terjadi kenaikan pendanaan hingga sebesar 30% atau mencapai hampir Rp200 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Tambunan mengatakan, dari sisi volumenya kontribusi pendanaan oleh pendana ritel terbesar masih berasal dari rentang usia 35-54 tahun yang mencapai 41% sedangkan dari sisi jumlah pendananya kontribusi terbesar dari rentang usia 21-34 tahun yang mencapai 70,5%.

Menurutnya, tren positif ini masih tetap terjaga hingga Lebaran tiba seiring dengan para pendana ritel yang akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) di pertengahan bulan Mei sehingga memberikan kepada mereka banyak dana tambahan untuk dipinjamkan melalui Akseleran.

"Hingga saat ini, Akseleran sudah menyalurkan total pinjaman usaha secara kumulatif sebesar Rp1,23 triliun. Adapun selama empat bulan terakhir di tahun ini, kami sudah menyalurkan total pinjaman usaha lebih dari Rp250 miliar kepada para pelaku usaha," ujar Ivan di Jakarta, Kamis (14/5/2020).

Meskipun demikian, dia menjelaskan, efek dari pandemi Covid-19 membuat penyaluran pinjaman usaha Akseleran mengalami penurunan sekitar 30-40%. Untuk sektor usahanya, Ivan mengungkapkan, Akseleran sebagai platform Peer to Peer (P2P) Lending yang menyalurkan pinjaman produktif banyak bermain di sektor infrastruktur, mining, logistik, dan trading.

"Di tengah wabah Covid-19 ada peningkatan permintaan pinjaman di sektor kesehatan, seperti pengadaan rapid test atau disinfektan maupun di sektor logistik atau trading terkait distributor sembako. Khusus selama bulan Ramadan pada tahun ini, kami tidak terlalu terdampak karena Akseleran merupakan P2P Lending sektor produktif. Hanya biasanya dari sektor produsen atau distributor kue-kue kering atau produk yang permintaannya meningkat menjelang Lebaran meningkat juga permohonan pinjamannya," jelas Ivan.

(Baca Juga: Akseleran Raih Pendanaan Seri A USD8,55 Juta)

Dalam hal penyaluran pinjaman usaha di saat pandemi Covid-19, dia mengungkapkan, Akseleran lebih ketat melakukan assessment pinjaman agar tingkat gagal bayar oleh peminjam tidak meningkat. Menurut Ivan, langkah tersebut sejauh ini berhasil mempertahankan kestabilan tingkat gagal bayar Akseleran yang mencapai 0,69% dari total penyaluran pinjaman usaha pada pertengahan Mei atau turun 0,05% dibandingkan pertengahan bulan sebelumnya.

"Jadi dari penyaluran pinjaman usaha memang ada sedikit penurunan akibat Covid-19 dan belum ada perubahan secara signifikan dari sektor usaha. Namun, kami bersyukur kepercayaan pemberi pinjaman cenderung meningkat sejalan dengan masih stabilnya tingkat gagal bayar di Akseleran yang akan kami jaga tetap di bawah 1% hingga akhir tahun 2020," tambah Ivan.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menyatukan Pembiayaan...
Menyatukan Pembiayaan Aset Bergerak dalam Strategi Pemasaran Digital
Samir Fintek Telah Salurkan...
Samir Fintek Telah Salurkan Pendanaan Rp3 Triliun ke Masyarakat
15 Fintech P2P Lending...
15 Fintech P2P Lending Belum Penuhi Modal Minimum Rp12,5 Miliar Jelang Deadline Juli
Jelang Libur Panjang...
Jelang Libur Panjang Nataru, OJK Ungkap Kredit Pinjaman Online Capai Rp75,02 Triliun
Daftar 97 Pinjol Resmi...
Daftar 97 Pinjol Resmi Terbaru OJK, Cek Biar Enggak Kejeblos
Beri Literasi Keuangan...
Beri Literasi Keuangan Kaum Muda, Adapundi Gelar Seminar Fintech di UNP
J Trust Bank Laporkan...
J Trust Bank Laporkan PT Crowde ke Polisi terkait Kasus Dugaan Penggelapan
HDIT Fokus Meningkatkan...
HDIT Fokus Meningkatkan Platform P2P Lending Doeku
Kawan Lama Maksimalkan...
Kawan Lama Maksimalkan Platform Digital untuk Industrial
Rekomendasi
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Periksa Sony Sonjaya,...
Periksa Sony Sonjaya, Kejagung Dalami Pengajuan Justice Collaborator
Berita Terkini
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved