Hore! Pemerintah Perpanjang Subsidi Bunga & Tingkatkan Plafon KUR di 2021
Selasa, 29 Desember 2020 - 10:32 WIB
loading...
A
A
A
Perekonomian Indonesia telah melewati posisi dengan kontraksi terdalam pada triwulan II-2020, yaitu sebesar -5,32% (yoy). Kondisi ini berdampak pada penyaluran KUR yang sempat mengalami perlambatan.
Penyaluran KUR berangsur membaik, terutama di triwulan III-2020 dan terlihat malah melebihi jumlah penyaluran pada masa sebelum Covid-19. Kalau sebelum Covid-19 yang lalu penyaluran sekitar Rp15 triliun hingga Rp19 triliun, maka pada Oktober 2020 sudah mencapai Rp21,4 triliun dan bahkan di November 2020 realisasi penyaluran per bulan sebesar Rp23,9 triliun.
Total penyaluran KUR sejak Januari hingga 21 Desember 2020 tercatat sebesar Rp188,11 triliun, atau sekitar 99% dari target tahun 2020 yang ditetapkan sebesar Rp190 triliun. KUR telah disalurkan kepada sekitar 5,81 juta Debitur, dengan outstanding sebesar Rp226,5 triliun dan NPL cukup rendah di posisi 0,63%.
Kinerja yang membaik tersebut juga diiringi dengan pangsa KUR sektor produktif yang meningkat menjadi 57,3% dibandingkan tahun 2019 sebesar 52%. Peningkatan pangsa terbesar terjadi pada KUR sektor pertanian dari 26% pada tahun 2019 menjadi 30% pada tahun 2020. Selanjutnya disusul KUR sektor industri yang meningkat dari 8,2% menjadi 10,7%.
Menko Airlangga menerangkan,”Penyaluran KUR ke sektor UMKM membantu sektor usaha ini cepat bangkit di masa pandemi, sehingga pemerintah akan terus memberikan dukungan sehingga UMKM dapat mengoptimalkan perannya sebagai penggerak ekonomi. Di masa pandemi, pemerintah telah memberikan tambahan subsidi bunga hingga Desember 2020, sehingga suku bunga KUR menjadi 0%.”
Selain itu, pemerintah juga menetapkan skema KUR super-mikro yang ditujukan terutama bagi pekerja yang terkena PHK dan ibu rumah tangga yang memiliki usaha berskala mikro. KUR Super Mikro diberikan dengan plafon hingga Rp10 juta per penerima KUR. ( Baca juga:Beredar Foto Kerumunan di Bandara Soetta, Warganet: Kok Bisa ya Liburan Pas Pandemi )
Penyaluran KUR berangsur membaik, terutama di triwulan III-2020 dan terlihat malah melebihi jumlah penyaluran pada masa sebelum Covid-19. Kalau sebelum Covid-19 yang lalu penyaluran sekitar Rp15 triliun hingga Rp19 triliun, maka pada Oktober 2020 sudah mencapai Rp21,4 triliun dan bahkan di November 2020 realisasi penyaluran per bulan sebesar Rp23,9 triliun.
Total penyaluran KUR sejak Januari hingga 21 Desember 2020 tercatat sebesar Rp188,11 triliun, atau sekitar 99% dari target tahun 2020 yang ditetapkan sebesar Rp190 triliun. KUR telah disalurkan kepada sekitar 5,81 juta Debitur, dengan outstanding sebesar Rp226,5 triliun dan NPL cukup rendah di posisi 0,63%.
Kinerja yang membaik tersebut juga diiringi dengan pangsa KUR sektor produktif yang meningkat menjadi 57,3% dibandingkan tahun 2019 sebesar 52%. Peningkatan pangsa terbesar terjadi pada KUR sektor pertanian dari 26% pada tahun 2019 menjadi 30% pada tahun 2020. Selanjutnya disusul KUR sektor industri yang meningkat dari 8,2% menjadi 10,7%.
Menko Airlangga menerangkan,”Penyaluran KUR ke sektor UMKM membantu sektor usaha ini cepat bangkit di masa pandemi, sehingga pemerintah akan terus memberikan dukungan sehingga UMKM dapat mengoptimalkan perannya sebagai penggerak ekonomi. Di masa pandemi, pemerintah telah memberikan tambahan subsidi bunga hingga Desember 2020, sehingga suku bunga KUR menjadi 0%.”
Selain itu, pemerintah juga menetapkan skema KUR super-mikro yang ditujukan terutama bagi pekerja yang terkena PHK dan ibu rumah tangga yang memiliki usaha berskala mikro. KUR Super Mikro diberikan dengan plafon hingga Rp10 juta per penerima KUR. ( Baca juga:Beredar Foto Kerumunan di Bandara Soetta, Warganet: Kok Bisa ya Liburan Pas Pandemi )
Lihat Juga :