Ekonom Prediksi Neraca Dagang April Surplus USD660 Juta
Kamis, 14 Mei 2020 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, hal itu kemudian juga diperkuat oleh kecenderungan penurunan impor barang konsumsi seiring dengan lemahnya permintaan dalam negeri pada bulan April. Melemahnya permintaan ini ditandai oleh perlambatan tingkat inflasi inti.
"Penurunan tingkat impor ini kemudian diperkuat oleh data dari China, yang mana kontributor utama impor Indonesia, yang menyebutkan bahwa ekspor ke Indonesia mengalami penurunan -5,18% yoy," katanya.
Dia menambahkan, di sisi lain penurunan ekspor cenderung diakibatkan oleh menurunnya harga komoditas utama Indonesia disertai oleh perlambatan aktivitas negara mitra dagang Indonesia.
Harga CPO, batu bara, dan karet masing-masing mengalami penurunan sebesar -5,6% mtm, -8,0% mtm, dan -9,8% mtm. Sementara itu, seiring dengan krisis ekonomi yang melanda perekonomian dunia, perekonomian mitra dagang Indonesia pun mengalami perlambatan, terutama dari sisi manufaktur.
"Pada neraca perdagangan sebelumnya, pertumbuhan ekspor cenderung didominasi oleh kenaikan nilai ekspor emas perhiasan akibat adanya kenaikan harga emas," pungkasnya.
"Penurunan tingkat impor ini kemudian diperkuat oleh data dari China, yang mana kontributor utama impor Indonesia, yang menyebutkan bahwa ekspor ke Indonesia mengalami penurunan -5,18% yoy," katanya.
Dia menambahkan, di sisi lain penurunan ekspor cenderung diakibatkan oleh menurunnya harga komoditas utama Indonesia disertai oleh perlambatan aktivitas negara mitra dagang Indonesia.
Harga CPO, batu bara, dan karet masing-masing mengalami penurunan sebesar -5,6% mtm, -8,0% mtm, dan -9,8% mtm. Sementara itu, seiring dengan krisis ekonomi yang melanda perekonomian dunia, perekonomian mitra dagang Indonesia pun mengalami perlambatan, terutama dari sisi manufaktur.
"Pada neraca perdagangan sebelumnya, pertumbuhan ekspor cenderung didominasi oleh kenaikan nilai ekspor emas perhiasan akibat adanya kenaikan harga emas," pungkasnya.
(ind)
Lihat Juga :