RI Amankan 50 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari AstraZeneca dan Novavax
Rabu, 30 Desember 2020 - 14:29 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah berhasil mengamankan supply vaksin Covid-19 dari AstraZeneca dan Novavax yang masing-masing sebesar 50 juta dosis. Selain itu, pada kamis 31 Desember 2020, pemerintah juga akan memperoleh 1,8 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac, China. Dengan demikian, sudah 3 juta vaksin Covid-19 Sinovac berada di Indonesia.
"Dari track multilateral diplomasi kita terus bekerja berkomunikasi dan berkoordinasi dengan WHO, GAVI dan lain-lain dalam rangka mengamankan akses vaksin melalui mekanisme COVAX-AMC (Advance Market Commitment) dengan range perkiraan perolehan adalah 3-20 persen jumlah penduduk. Kita terus akan kawal proses ini," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Rabu (30/12/2020).
(baca juga: WHO Peringatkan Akan Ada Pandemi COVID-19 yang Lebih Parah )
Dalam kesempatan itu, dia juga mengatakan bahwa Indonesia menjadi satu dari sedikit negara yang telah mengamankan vaksin Covid-18 untuk keperluan dalam negeri. Meski begitu, Indonesia tidak hanya memikirkan kebutuhan sendiri, namun juga berkontribusi untuk negara lain.
Retno Marsudi mengatakan, sejalan dengan prinsip kesetaraan akses vaksin bagi semua negara dan sebagai wujud tanggung jawab Indonesia kepada dunia, maka Indonesia telah berkontribusi melalui Coalition for Epidemic Preparedness Innovations atau Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (Cepi).
"Semua ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya memikirkan kebutuhan sendiri namun juga berkontribusi agar negara lain dapat memperoleh akses vaksin setara," kata Retno.
Dia bilang, hal itu sesuai dengan prinsip yang selalu ditekankan Indonesia dari sejak awal pandemi yaitu akses setara bagi vaksin yang aman dan dengan harga terjangkau.
"Dari track multilateral diplomasi kita terus bekerja berkomunikasi dan berkoordinasi dengan WHO, GAVI dan lain-lain dalam rangka mengamankan akses vaksin melalui mekanisme COVAX-AMC (Advance Market Commitment) dengan range perkiraan perolehan adalah 3-20 persen jumlah penduduk. Kita terus akan kawal proses ini," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Rabu (30/12/2020).
(baca juga: WHO Peringatkan Akan Ada Pandemi COVID-19 yang Lebih Parah )
Dalam kesempatan itu, dia juga mengatakan bahwa Indonesia menjadi satu dari sedikit negara yang telah mengamankan vaksin Covid-18 untuk keperluan dalam negeri. Meski begitu, Indonesia tidak hanya memikirkan kebutuhan sendiri, namun juga berkontribusi untuk negara lain.
Retno Marsudi mengatakan, sejalan dengan prinsip kesetaraan akses vaksin bagi semua negara dan sebagai wujud tanggung jawab Indonesia kepada dunia, maka Indonesia telah berkontribusi melalui Coalition for Epidemic Preparedness Innovations atau Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (Cepi).
"Semua ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya memikirkan kebutuhan sendiri namun juga berkontribusi agar negara lain dapat memperoleh akses vaksin setara," kata Retno.
Dia bilang, hal itu sesuai dengan prinsip yang selalu ditekankan Indonesia dari sejak awal pandemi yaitu akses setara bagi vaksin yang aman dan dengan harga terjangkau.
Lihat Juga :