Awas Bikin Ruwet, MUI Minta Batasi Tenaga Kerja China Masuk ke RI
Sabtu, 02 Januari 2021 - 21:31 WIB
loading...
Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas melihat pengaruh China semakin besar dengan masuknya banyak pekerja Negeri Tirai Bambu itu ke daerah-daerah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti dampak dari pandemi Covid-19 yang membuat banyak orang kehilangan pekerjaaan. Namun di sisi lain Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas melihat pengaruh China semakin besar dengan masuknya banyak pekerja Negeri Tirai Bambu itu ke daerah-daerah.
"Sehingga tenaga kerja asing dari China bisa dengan mudah dan bebasnya keluar masuk ke daerah. Mereka dalam jumlah yang besar, padahal rakyat di daerah mereka banyak yang menganggur dan butuh pekerjaan," beber Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas di Jakarta, Sabtu (2/1/2021).
(Baca Juga: Luhut: Kadang Kita Nyinyir, Tapi Indonesia Tidak Bisa Terlepas dari China )
Dia meminta pemerintah untuk betul-betul lebih serius dan lebih bisa fokus lagi mengatasi masalah dampak pandemi Covid-19. Serta masalah ekonomi serta penegakan hukum yang seadil-adilnya dan pembatasan tenaga kerja asing terutama yang berasal dari negara China.
"Karena kalau masalah-masalah ini tidak bisa kita tangani dan lakukan dengan baik, maka tentu negeri ini akan semakin menghadapi masalah yang lebih besar dan lebih ruwet berupa terjadinya krisis sosial yang hal itu tentu jelas-jelas tidak kita inginkan," paparnya.
"Sehingga tenaga kerja asing dari China bisa dengan mudah dan bebasnya keluar masuk ke daerah. Mereka dalam jumlah yang besar, padahal rakyat di daerah mereka banyak yang menganggur dan butuh pekerjaan," beber Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas di Jakarta, Sabtu (2/1/2021).
(Baca Juga: Luhut: Kadang Kita Nyinyir, Tapi Indonesia Tidak Bisa Terlepas dari China )
Dia meminta pemerintah untuk betul-betul lebih serius dan lebih bisa fokus lagi mengatasi masalah dampak pandemi Covid-19. Serta masalah ekonomi serta penegakan hukum yang seadil-adilnya dan pembatasan tenaga kerja asing terutama yang berasal dari negara China.
"Karena kalau masalah-masalah ini tidak bisa kita tangani dan lakukan dengan baik, maka tentu negeri ini akan semakin menghadapi masalah yang lebih besar dan lebih ruwet berupa terjadinya krisis sosial yang hal itu tentu jelas-jelas tidak kita inginkan," paparnya.
Lihat Juga :