Dari Hobi Jadi Lahan Bisnis Menguntungkan

Sabtu, 02 Januari 2021 - 12:14 WIB
loading...
A A A
Ia pun rajin datang ke toko perlengkapan dan dekorasi rumah, mengambil gambar produk yang diprediksi laku dijual, kemudian mengunggahnya ke akun online shop-nya di Instagram. Hal ini ia lakukan dengan tekun selama hampir tiga tahun.

‎"Bisnis ini menguntungkan. Barang yang dibeli juga mudah dibawa, jadi minat orang di daerah yang tidak memiliki akses untuk beli langsung bisa lebih mudah karena ada jasa ini. Dalam sebulan, saya bisa kirim 20 sampai 25 barang dengan keuntungan Rp7 juta per bulan," ungkapnya.

Di luar negeri, fenomena jastip ini sebenarnya sudah lama hadir dan lebih dikenal dengan istilah personal shopper. "Dulu pelaku jastip atau personal shopper sering berbelanja atas permintaan kalangan elit atau sosialita yang ingin mendatangkan barang langka atau edisi terbatas tanpa harus merepotkan diri," ungkap pengamat gaya hidup ‎Fira Basuki.

Di Amerika Serikat, personal shopper bahkan bekerja untuk ritel busana high end, seperti Saks Fifth Avenue dan Neiman Marcus. "Di luar negeri profesi ini tidak sembarangan, mereka harus memenuhi syarat khusus seperti memiliki kemampuan berkomunikasi aktif, dan bisa menjalin relasi baik oleh setiap klien," jelas Fira.

Seiring meningkatnya jasa personal shopper, profesi ini mulai menjadi pekerjaan resmi dan digaji mulai dari USD2.000 atau setara Rp28,2 juta per bulan. "Bisnis ini banyak diminati para penggila belanja di Indonesia, sehingga menjadi tren bisnis baru. Namun, yang membedakan profesi jastip di sini masih dianggap sebagai pekerjaan sampingan," lanjutnya.

‎Di Indonesia, bisnis ini sudah mulai banyak dilirik. Masyarakat sudah banyak yang percaya dengan barang-barang yang dibeli para jastip. Tapi, sebenarnya tetap harus ada prosedur yang dilakukan agar pihak konumen tidak merasa dirugikan.

Menurut peneliti Yayasan Lembaga Konumen Indonesia (YLKI), Natalya Kurniawati, penggunaan jastip di Indonesia termasuk banyak. Mereka juga sudah mulai mempercayai jastip, terbukti sampai saat ini belum ada aduan dari konsumen tentang kerugian berbelanja melalui jastip. Namun, tetap saja harus ada peraturan khusus yang bisa mengawasi bisnis ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SiCepat Ekspres Terapkan...
SiCepat Ekspres Terapkan Kebijakan Logistik Hijau
Inisiasi Green Corporate,...
Inisiasi Green Corporate, SiCepat Ekspres Ajak Karyawan Test Ride Motor Listrik
Perkuat Sistem Digital,...
Perkuat Sistem Digital, SiCepat Ekspres Hemat Biaya Hingga 30%
SiCepat Ekspres Siap...
SiCepat Ekspres Siap Pacu Digitalisasi dan Lakukan Ekspansi
SiCepat EkspresTerapkan...
SiCepat EkspresTerapkan Strategi Pemasaran Multiplatform
Kisah Sukses Airin Buka...
Kisah Sukses Airin Buka Jastip di Korea Selatan-Jepang
Viral! Wanita Ini Buka...
Viral! Wanita Ini Buka Jastip Foto dan Video Ucapan dari Puncak Gunung, Mendaki Jadi Cuan
Belanja di Jakarta Fair...
Belanja di Jakarta Fair 2023 Makin Mudah dengan Jastip
5 Peluang Bisnis yang...
5 Peluang Bisnis yang Hobi Otomotif Ini Bisa Bikin Tajir
Rekomendasi
Presiden Lebanon Kecam...
Presiden Lebanon Kecam Hizbullah, Iran, dan IRGC: Ini Bukan Negaramu, Ini Negara Kami!
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
Fitnah Akhir Zaman:...
Fitnah Akhir Zaman: Mengapa Wanita Menjadi Sasaran Utama Fitnah Dajjal?
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved