Data Penerima Vaksin Covid-19 Dijamin Aman, Cek SMS Ya

Selasa, 05 Januari 2021 - 12:02 WIB
loading...
Data Penerima Vaksin...
Perlu kami tegaskan, bahwa keamanan data penerima vaksin dijamin pemerintah. Saat ini masyarakat telah menerima pemberitahuan dari pemerintah berupa short messages services (SMS) notifikasi yang dikirimkan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Masyarakat Indonesia yang menjadi sasaran program vaksinasi Covid-19 mencapai 181,5 juta jiwa. Dan saat ini masyarakat telah menerima pemberitahuan dari pemerintah berupa short messages services (SMS) notifikasi yang dikirimkan.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, SMS tersebut terintegrasi dengan program Peduli Lindungi yang merupakan awal dari Pemerintah Indonesia untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19. "Perlu kami tegaskan, bahwa keamanan data penerima vaksin dijamin pemerintah," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/1/2021).

(Baca Juga: Bio Farma Sesumbar Vaksin Sinovac Mampu Melumpuhkan Covid-19 )

Dan pengelolaannya berdasarkan peraturan dan perundangan yang sesuai dengan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 253 Tahun 2020. Rinciannya, pertama, perolehan data pribadi termasuk data kependudukan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Kedua, data pribadi dilengkapi sistem keamanan sebagaimana diamanatkan ketentuan peraturan perundangan.

Ketiga, data pribadi tidak dapat digunakan untuk keperluan selain penanganan Covid-19. Untuk alur penerima vaksinasi Covid-19, sasaran penerima vaksinasi akan menerima notifikasi melalui SMS notifikasi atau pemberitahuan melalui SMS blast dengan ID pengirim Peduli Covid. Dimana penerima vaksin akan melakukan verifikasi.

Selanjutnya penerima vaksin akan melakukan registrasi ulang untuk status kesehatan dan memilih tempat serta jadwal vaksinasi. "Untuk daerah dengan kendala jaringan, maka proses verifikasi dan registrasi akan dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan," jelasnya.

Proses registrasi ini sangat penting karena sebagai upaya verifikasi dengan menjawab berbagai pertanyaan yang akan ditanyakan oleh sistem. Seperti mengkonfirmasi domisili, serta skrining sederhana terkait penyakit penyerta yang diderita oleh penerima vaksin.

(Baca Juga: Pantau Distribusi Vaksin Sinovac, Bio Farma Punya Pusat Komando Canggih )

Verifikasi bagi peserta yang tidak melakukan verifikasi ulang, maka akan dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 di kecamatan. Karenanya ia berharap masyarakat berpartisipasi dalam tahapan vaksinasi yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu 15 bulan mendatang.

"Karena vaksinasi tidak hanya melindungi tenaga kesehatan dan pelayan publik sebagai individu, namun juga melindungi keluarganya masing-masing," tandas dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biaya Vaksin Gotong...
Biaya Vaksin Gotong Royong Buat 1 Orang Rp1 Juta, Intip Skemanya
Vaksinasi Sesuai Target,...
Vaksinasi Sesuai Target, Luhut Sebut Sudah Dilakukan 500 Ribu Per Hari
Ungkap Sri Mulyani Pimpin...
Ungkap Sri Mulyani Pimpin Program Satu Data Vaksinasi Covid-19, Erick: Ini Penting
Airlangga Bongkar Sasaran...
Airlangga Bongkar Sasaran Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama, Lansia Capai 21,5 Juta
Sri Mulyani Beberkan...
Sri Mulyani Beberkan Skema Pembiayaan Vaksinasi Gratis
Vaksinasi Gratis Rakyat...
Vaksinasi Gratis Rakyat Indonesia, Sri Mulyani: Butuh Anggaran Luar Biasa
Penerima Vaksin Janssen...
Penerima Vaksin Janssen Kesulitan Mendapatkan Booster
Hebat! Kakek 102 Tahun...
Hebat! Kakek 102 Tahun Jadi Penerima Vaksin Tertua, Usai Disuntik Malah Segar
Kembali Buka Sentra...
Kembali Buka Sentra Vaksinasi, MNC Peduli Sediakan 1.200 Vaksin Booster
Rekomendasi
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Covid-19 Varian EG.5...
Covid-19 Varian EG.5 di Singapura Sudah Menyebar ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved