Arab Saudi Pangkas Produksi, Harga Minyak Melejit
Rabu, 06 Januari 2021 - 10:31 WIB
loading...
FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Arab Saudi memutuskan memangkas produksi minyak secara sukarela sebanyak 1 juta barel per hari (bph) pada Februari dan Maret sebagai bagian dari kesepakatan di mana sebagian besar produsen OPEC+ yang mempertahankan produksi secara stabil dalam upaya menghadapi karantina wilayah (lockdown) akibat munculnya virus corona baru.
Pemotongan produksi minyak tersebut melebihi target yang ditetapkan untuk mendukung ekonomi dan pasar minyak di dalam negeri. Hal itu disampaikan secara resmi oleh Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman pada Selasa (5/1) kemarin. Mendengar kabar tersebut, patokan harga minyak Brent diperdagangkan naik hampir 5% di atas USD53 per barel.
"Jika ada satu cara untuk menggambarkan apa arti pemotongan sukarela bagi pasar, happy hour adalah istilah yang cukup pas," ujar Analis dari Rystad Energy Bjornar Tonhaugen seperti dikutip dari Reuters, di Jakarta, Rabu (6/1/2020).
Baca Juga: OPEC Cemas, Mutan Baru Corona Bikin Suram Permintaan Minyak Global
Sementara Rusia dan Kazakhstan akan diizinkan untuk menaikkan produksi masing-masing sebesar 75.000 bph pada Februari dan 75.000 bph pada Maret mendatang. "Peningkatan tersebut tentunya membuat iri anggota OPEC+ yang ingin memompa lebih banyak lagi," kata Bjornar.
Pemotongan produksi minyak tersebut melebihi target yang ditetapkan untuk mendukung ekonomi dan pasar minyak di dalam negeri. Hal itu disampaikan secara resmi oleh Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman pada Selasa (5/1) kemarin. Mendengar kabar tersebut, patokan harga minyak Brent diperdagangkan naik hampir 5% di atas USD53 per barel.
"Jika ada satu cara untuk menggambarkan apa arti pemotongan sukarela bagi pasar, happy hour adalah istilah yang cukup pas," ujar Analis dari Rystad Energy Bjornar Tonhaugen seperti dikutip dari Reuters, di Jakarta, Rabu (6/1/2020).
Baca Juga: OPEC Cemas, Mutan Baru Corona Bikin Suram Permintaan Minyak Global
Sementara Rusia dan Kazakhstan akan diizinkan untuk menaikkan produksi masing-masing sebesar 75.000 bph pada Februari dan 75.000 bph pada Maret mendatang. "Peningkatan tersebut tentunya membuat iri anggota OPEC+ yang ingin memompa lebih banyak lagi," kata Bjornar.
Lihat Juga :