Kemenperin Pacu Produktivitas Industri Tahu Tempe
Rabu, 06 Januari 2021 - 16:25 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian aktif mendorong produsen tahu dan tempe , yang merupakan pelaku industri kecil menengah (IKM), untuk terus meningkatkan produktivitasnya secara higienis dan efisien. Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan berbagai program pembinaan, seperti pendampingan, bimbingan teknis produksi, dan sertifikasi keamanan pangan.
“Cara pengolahan yang mudah, mesin dan peralatan yang sederhana, membuat tahu tempe banyak diproduksi di seluruh pelosok Tanah Air. Dominannya berada di Pulau Jawa, yakni di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Sebagian besar adalah pelaku skala kecil,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Rabu (6/1/2021). ( Baca juga:IKM Pangan Capai 1,86 Juta Unit Usaha, IFI Menyeleksi yang Terbaik )
Gati menjelaskan, tahu dan tempe merupakan produk makanan olahan yang berasal dari kedelai. Kedua produk tersebut sangat familiar bagi penduduk Indonesia, bahkan tidak jarang yang mengonsumsi dalam frekuensi yang cukup tinggi.
“Hal ini tampak dari konsumsi tahu perkapita per minggu sebesar 0,15 kg dan konsumsi tempe per kapita per minggu sebesar 0,14 kg,” ungkapnya.
Selain karena harga yang terjangkau, tahu dan tempe juga mengandung banyak kandungan gizi. “Hampir 90% kedelai di Indonesia digunakan untuk pembuatan tahu dan tempe, sedangkan sisanya untuk produk lainnya, seperti tauco dan kecap,” imbuhnya.
“Cara pengolahan yang mudah, mesin dan peralatan yang sederhana, membuat tahu tempe banyak diproduksi di seluruh pelosok Tanah Air. Dominannya berada di Pulau Jawa, yakni di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Sebagian besar adalah pelaku skala kecil,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Rabu (6/1/2021). ( Baca juga:IKM Pangan Capai 1,86 Juta Unit Usaha, IFI Menyeleksi yang Terbaik )
Gati menjelaskan, tahu dan tempe merupakan produk makanan olahan yang berasal dari kedelai. Kedua produk tersebut sangat familiar bagi penduduk Indonesia, bahkan tidak jarang yang mengonsumsi dalam frekuensi yang cukup tinggi.
“Hal ini tampak dari konsumsi tahu perkapita per minggu sebesar 0,15 kg dan konsumsi tempe per kapita per minggu sebesar 0,14 kg,” ungkapnya.
Selain karena harga yang terjangkau, tahu dan tempe juga mengandung banyak kandungan gizi. “Hampir 90% kedelai di Indonesia digunakan untuk pembuatan tahu dan tempe, sedangkan sisanya untuk produk lainnya, seperti tauco dan kecap,” imbuhnya.
Lihat Juga :