Gojek dan Tokopedia Belum Mau Cari Dana Murah di Pasar Modal

Rabu, 06 Januari 2021 - 17:09 WIB
loading...
Gojek dan Tokopedia...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengaku sampai saat ini pihaknya belum menerima dokumen permohonan pencatatan efek, baik dari Gojek maupun Tokopedia . Hal ini membuat kedua unicorn technology tersebut belum masuk dalam pipeline BEI tahun ini. ( Baca juga:Ekonom Beberkan Sejumlah Motif di Balik Merger Gojek dan Tokopedia )

"Dua perusahaan tersebut belum kami terima dokumennya sehingga belum kami proses evaluasi kelayakannya untuk dapat tercatat di BEI," ujar Nyoman saat dihubungi hari ini (6/1) di Jakarta.

Selanjutnya, dalam rangka menjawab tantangan perubahan dan perkembangan model bisnis perusahaan-perusahaan di Indonesia, serta sebagai bentuk adaptasi BEI terhadap perkembangan persyaratan pencatatan di bursa global, saat ini kami tengah menyusun perubahan peraturan pencatatan Bursa Nomor I-A. "Kami harapkan peraturan pencatatan ini nantinya dapat lebih user friendly bagi para pelaku pasar, termasuk unicorn startup di Indonesia," ujarnya.

BEI siap menjadi strategic partner bagi seluruh perusahaan dengan berbagai size dan sektornya. Perusahaan yang ingin tumbuh dan berkembang bersama pasar modal Indonesia dan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik.

Sementara pengamat ekonomi dari Indef Nailul Huda mengatakan, semua perusahaan digital, khususnya Gojek dan Tokopedia, pasti butuh yang namanya pendanaan untuk bisa bertahan. Karena itu biasanya mereka sering mengadakan sesi pendanaan untuk seri-seri sahamnya. Ketika sudah mulai kehabisan akal, salah satu jalan keluarnya lewat IP0.
"Sepertinya BEI sendiri juga bingung cara memvaluasi startup karena nilai valuasi dari perusahaan digital bisa sangat tinggi, tapi asetnya tidak begitu besar," ujar Huda. ( Baca juga:Nobu Pemeran Pria Video Gisel Wajib Lapor, Bagaimana dengan Gisel? )

Sebagai informasi, per tanggal 6 Januari 2021 terdapat 33 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI yang terbagi dalam beberapa sektor yaitu;
- 6 perusahaan dari sektor trade, services & investment
- 2 perusahaan dari sektor property, real estate & building construction
- 2 perusahaan dari sektor miscellaneous industry
- 2 perusahaan dari sektor finance
- 2 perusahaan dari sektor infrastructure, utilities, & transportation
- 1 perusahaan dari sektor agriculture
- 1 perusahaan dari sektor tambang

Nyoman menambahkan, 17 di antaranya sedang dalam proses evaluasi awal dan pemetaan sektor di BEI karena dokumen yang baru diterima minggu terakhir Desember 2020 hingga minggu pertama Januari 2021.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
Nasib IHSG Siang Ini,...
Nasib IHSG Siang Ini, Babak Belur Tergelincir 2,42% ke 5.679
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Sah! Berikut Jajaran...
Sah! Berikut Jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia Periode 2026-2030
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Hubungkan Inovator Lokal...
Hubungkan Inovator Lokal dengan Jaringan Modal Internasional di The 2026 Asia Grassroots Forum
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Rekomendasi
Kejagung Siap Hadapi...
Kejagung Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Lodewyk Pusung Tersangka Kasus Tata Kelola MBG
7 Ayat Al-Quran tentang...
7 Ayat Al-Qur'an tentang Akhlak yang Wajib Diketahui Setiap Muslim, Lengkap dengan Penjelasannya
Sidang Dokter Tifa Memanas,...
Sidang Dokter Tifa Memanas, Kuasa Hukum Protes JPU Belum Serahkan Berkas BAP
Berita Terkini
Dirut BPJS Kesehatan...
Dirut BPJS Kesehatan Ungkap JKN Dongkrak PDB Rp129 Triliun dan Serap 3,5 Juta Pekerja
Di Tengah Tren Trading,...
Di Tengah Tren Trading, Aplikasi Berizin dan Regulasi Kian Penting Lindungi Investor
MPIX Tunjuk Nurfaizi...
MPIX Tunjuk Nurfaizi Suwandi jadi Komisaris Independen, Pertegas Ekspansi ke Remitansi Pekerja Migran
IHSG Jaga Tren Positif,...
IHSG Jaga Tren Positif, Hari Ini Ditutup Menguat ke 5.744
Siap Hadapi Tantangan...
Siap Hadapi Tantangan Global, Perusahaan Penjaminan Ini Buktikan Tata Kelola yang Sehat dan Resilien
DJP Kejar Pajak Digital,...
DJP Kejar Pajak Digital, Jangan Kaget Pengguna Aplikasi Olahraga Strava Kena PPN 11%
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved