Jerman dan Rusia Kerja Sama Pembuatan Vaksin, Bagaimana Indonesia?
Rabu, 06 Januari 2021 - 22:50 WIB
loading...
A
A
A
Seperti sudah diketahui, berdasarkan data dan laporan dari ilmuwan Rusia di Gamaleya Research Institute yang mengembangkan vaksin virus corona, Sputnik V, terungkap fakta bahwa vaksin ini dapat memberikan perlindungan dari virus Covid-19 selama dua tahun di tubuh manusia.
Laporan yang disampaikan oleh Alexander Gintsburg seorang ilmuwan dari Gamaleya Research Institute ini merupakan kabar baik bagi seluruh masyarakat di dunia. Apalagi, sebuah studi yang dimuat di New England Journal of Medicine melaporkan bahwa mayoritas vaksin virus Corona hanya bisa melindungi tubuh seseorang dari virus selama kurang lebih tiga bulan. ( Baca juga:Pakai Setelan Mirip Seragam Polisi, Satpam Merasa Lebih Pede )
Sementara itu, Jerman dan Amerika Serikat telah berkolaborasi dengan menciptakan vaksin Covid-19. Perusahaan Jerman BioNTech dan mitranya di Amerika Serikat, Pfizer, juga telah mengumumkan pada November 2020 yang lalu, bahwa hasil awal dari uji coba fase 3 yang sedang berlangsung menunjukkan, vaksin 90% efektif dalam mencegah infeksi Covid-19.
Laporan yang disampaikan oleh Alexander Gintsburg seorang ilmuwan dari Gamaleya Research Institute ini merupakan kabar baik bagi seluruh masyarakat di dunia. Apalagi, sebuah studi yang dimuat di New England Journal of Medicine melaporkan bahwa mayoritas vaksin virus Corona hanya bisa melindungi tubuh seseorang dari virus selama kurang lebih tiga bulan. ( Baca juga:Pakai Setelan Mirip Seragam Polisi, Satpam Merasa Lebih Pede )
Sementara itu, Jerman dan Amerika Serikat telah berkolaborasi dengan menciptakan vaksin Covid-19. Perusahaan Jerman BioNTech dan mitranya di Amerika Serikat, Pfizer, juga telah mengumumkan pada November 2020 yang lalu, bahwa hasil awal dari uji coba fase 3 yang sedang berlangsung menunjukkan, vaksin 90% efektif dalam mencegah infeksi Covid-19.
(uka)
Lihat Juga :