Indonesia Bakal Terima Vaksin Gratis Sebanyak 108 Juta Dosis

Kamis, 07 Januari 2021 - 21:37 WIB
loading...
Indonesia Bakal Terima...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah melakukan penandatanganan formulir vaksin Gavi Covax Facility . Gavi-Covax merupakan kerja sama pengembangan vaksin antara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Aliansi Vaksin Dunia (Gavi). ( Baca juga:Sri Mulyani dan Menkes Budi Teken Formulir Pengajuan Vaksin Gavi Covax Facility )

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pendatanganan ini perlu dilakukan karena merupakan salah satu langkah penting agar Indonesia memperoleh akses vaksin di luar Sinovac. Paling tidak, akses untuk mendapatkan 108 juta dosis vaksin gratis dari Gavi.

"Kita juga memiliki komitmen pasti dengan 125 juta dosis Sinovac, 50 juta Astrazeneca, dan 50 juta dosis Covavx. Jadi total 225 juta dosis vaksin yang pasti dan dalam waktu dekat kita akan tanda tangani," ujar Budi dalam video virtual, Kamis (7/1/2021).

Kata dia, dengan 225 juta dosis vaksin yang diperoleh, bisa mencukupi 185 juta masyakarat Indonesia. Serta bisa dilakukan vaksinasi gratis dalam mencegah penyebaran Covid-19.

"Jadi insya Allah bisa cukup dari 185 juta masyarakat Indonesia," katanya.

Lanjutnya, pengadaan vaksin dari Gavi tidak dipungut biaya makanya pemerintah tidak mengeluarkan anggaran dari pengadaan vaksin dari Gavi. Diharapkan adanya vaksin ini membuat Indonesia bisa pulih kembali. ( Baca juga:China Doakan Kondisi AS Kembali Stabil Pasca Penyerbuan Gedung Parlemen )

"Kenapa kita senang? Karena vaksin ini gratis dan pemerintah enggak memberikan biaya untuk vaksin dan kalau sudah selesai akan memulai proses distribusinya. Vaksiniasi ini semoga membuat Indonesia cepat pulih," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Geopolitik Global Bergejolak,...
Geopolitik Global Bergejolak, GP Farmasi Indonesia Perkuat Ketahanan Industri Farmasi
Apindo Keberatan Soal...
Apindo Keberatan Soal PP Kesehatan yang Dinilai Rugikan Pengusaha
Bio Farma Siapkan 5...
Bio Farma Siapkan 5 Juta Dosis IndoVac untuk Booster Kedua Lansia
Terkumpul Rp21,7 Triliun,...
Terkumpul Rp21,7 Triliun, Menkes Sebut Pandemic Fund G20 Akan jadi Pilar Utama Kesehatan Global
Vaksin Lokal IndoVac...
Vaksin Lokal IndoVac Bakal Diekspor ke Afrika, Nigeria Jadi yang Pertama
5 Tips Atasi Craving...
5 Tips Atasi Craving ala Menkes, Tetap Makan Enak dan Sehat
Indonesia Siapkan Bank...
Indonesia Siapkan Bank Plasma Nasional, Target Beroperasi pada 2027
Indonesia Kembangkan...
Indonesia Kembangkan Vaksin Berteknologi mRNA untuk Antisipasi Penyakit DBD
Rekomendasi
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Januari 2025, Tercatat...
Januari 2025, Tercatat 146,5 Juta Orang Indonesia Memakai Pinjol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved