Survei BI: Likuiditas Perusahaan Tumbuh Positif di Triwulan IV

Rabu, 13 Januari 2021 - 13:05 WIB
loading...
Survei BI: Likuiditas...
Survei BI menunjukkan bahwa keuangan perusahaan mulai tumbuh positif di triwulan IV tahun lalu. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan kondisi keuangan perusahaan menunjukkan perbaikan pada triwulan IV/2020, sejalan dengan membaiknya kegiatan usaha . Berdasarkan kondisi likuiditasnya, Saldo Bersih (SB) likuiditas perusahaan pada triwulan IV/2020 mencatat kinerja positif 8,59%, setelah konsisten mencatat penurunan sejak triwulan II/2020.

(Baca Juga: Semester I/2021, Kegiatan Usaha Real Estate Diprediksi Meningkat)

"Responden Survei Kegiatan Dunia Usaha yang menjawab kondisi pikuiditas perusahaan dalam kondisi baik sebesar 22,70% meningkat dari triwulan sebelumnya sebesar 17,73%," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono di Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Adapun 14,10% responden menjawab kondisi likuiditas buruk pada triwulan IV/2020, menurun dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 20,56%. Responden yang menjawab kondisi rentabilitas memburuk dari 23,52% pada triwulan III/2020 menjadi 17,09% pada triwulan IV/2020.

"Sementara itu, responden menilai akses kredit perbankan pada triwulan IV/2020 relatif sama dibandingkan triwulan sebelumnya. SB akses kredit pada triwulan IV/2020 sebesar -6,07%, dari sebelumnya sebesar SB -5,96% pada triwulan III/2020," jelas Erwin.

(Baca Juga: Pandemi Melambat, Kegiatan Usaha Bakal Menguat)

Sedangkan responden yang menjawab bahwa akses kredit selama 3 bulan terakhir lebih sulit, tercatat sebesar 10,52%, menurun dari triwulan sebelumnya yang sebesar 12,40%.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
Boni Hargens: Transformasi...
Boni Hargens: Transformasi Polri Harus Dinilai Secara Komprehensif, Bukan dari Satu Indeks
Rekomendasi
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved