Ekspor Logam Mulia Naik Jadi USD92,9 Juta di April 2020
Jum'at, 15 Mei 2020 - 13:25 WIB
loading...
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, meskipun ekspor secara keseluruhan mengalami penurunan, namun ada beberapa komoditas yang justru mengalami kenaikan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka ekspor Indonesia tercatat sebesar USD12,19 miliar. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai USD14,07 miliar.
(Baca Juga: Neraca Perdagangan April 2020 Defisit USD350 Juta )
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, meskipun ekspor secara keseluruhan mengalami penurunan, namun ada beberapa komoditas yang justru mengalami kenaikan. Misalnnya saja ekspor non migas dengan golongan barang HS dua digit nilai ekspor logam mulia, perhiasan atau permata dengan angka ekspor USD92,9 juta.
"Berdasarkan HS dua digit yang meningkat cukup besar adalah logam mulia, perhiasan/permata pada April masih alami peningkatan ekspor USD92,9 juta atau naik 11,03% ditujukan ke Singapura dan Hongkong," ujarnya dalam teleconfrence, Jumat (15/5/2020).
Kemudian golongan lainnya yang mengalami peningkatan adalah jenis barang HS 47 yakni pulp dari kayu dengan angka USD50,9 juta. Kelompok barang ini mengalami peningkatan sebesar 30% dibandingkan Maret 2020. "Dan utamnaya ke Tiongkok, Korea Selatan dan Turki," kata Kecuk.
(Baca Juga: Neraca Perdagangan April 2020 Defisit USD350 Juta )
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, meskipun ekspor secara keseluruhan mengalami penurunan, namun ada beberapa komoditas yang justru mengalami kenaikan. Misalnnya saja ekspor non migas dengan golongan barang HS dua digit nilai ekspor logam mulia, perhiasan atau permata dengan angka ekspor USD92,9 juta.
"Berdasarkan HS dua digit yang meningkat cukup besar adalah logam mulia, perhiasan/permata pada April masih alami peningkatan ekspor USD92,9 juta atau naik 11,03% ditujukan ke Singapura dan Hongkong," ujarnya dalam teleconfrence, Jumat (15/5/2020).
Kemudian golongan lainnya yang mengalami peningkatan adalah jenis barang HS 47 yakni pulp dari kayu dengan angka USD50,9 juta. Kelompok barang ini mengalami peningkatan sebesar 30% dibandingkan Maret 2020. "Dan utamnaya ke Tiongkok, Korea Selatan dan Turki," kata Kecuk.
Lihat Juga :