Belanja APBD 2020 Tembus Rp1.088,7 Triliun, Ini Rinciannya

loading...
Belanja APBD 2020 Tembus Rp1.088,7 Triliun, Ini Rinciannya
Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi dari belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 cukup menggembirakan. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan hingga akhir tahun lalu, realisasinya mencapai Rp1.088,7 triliun atau 100,94% dari alokasi.

"Kinerja belanja cukup bagus. Kita lihat pada akhir Desember akhirnya bisa tercapai 100,94 persen terhadap alokasi APBD yaitu Rp1.088,7 triliun," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (19/1/2021).

(Baca juga: Daerah Siap-siap Ya, Sri Mulyani Bakal Guyur Rp795,5 Triliun )

Lanjutnya, realisasi APBD 2020 memang mengalami penurunan 8,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, realisasi tersebut bisa mengurangi beban masyarakat dan dunia usaha selama pandemi Covid-19.



"Kalau dilihat fungsinya, belanja APBD menggambarkan kondisi keseluruhan nasional juga dimana belanja di bidang kesehatan meningkat 8,5% yaitu Rp181,3 triliun naik dari Rp167,1 triliun di tahun 2019," jelasnya.

(Baca juga: Mengkhawatirkan, 108 Kabupaten/Kota Berstatus Zona Merah COVID-19 )

Selain belanja di bidang kesehatan, belanja lainnya juga meningkat 47,9% dari Rp6,6 triliun di 2019 menjadi Rp9,7 triliun tahun lalu. Dia menjelaskan belanja lainnya ini digunakan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat pada masa pandemi.



Untuk belanja pelayanan umum turun 5,9% menjadi Rp369,2 triliun, ketertiban dan keamanan turun 13,5 persen menjadi Rp13,8 triliun, ekonomi turun 26,9% menjadi Rp54 triliun, dan lingkungan hidup turun 24,8% menjadi Rp17,7 triliun.

(Baca juga: Toyota Dihukum Rp2,4 Triliun karena Langgar Peraturan Emisi )

Kemudian belanja perumahan dan fasilitas umum turun 21,6% menjadi Rp116,3 triliun, pariwisata dan budaya turun 38,1% jadi Rp5,4 triliun, pendidikan turun 9,8% jadi Rp307,1 triliun, dan perlindungan sosial turun 9,8% jadi Rp14,2 triliun.

"Ini jangan ditarik kesimpulan seolah-olah masyarakat mengalami dampaknya (dari penurunan belanja). Karena banyak sekali belanja-belanja pendidikan, perlindungan sosial, ekonomi itu pemerintah pusat melakukan kenaikan yang sangat besar," pungkasnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top