Ekspor Mobil 'Dijahili' Filipina, Mendag Lutfi Kesal
Rabu, 27 Januari 2021 - 13:15 WIB
loading...
Mendag Muhammad Lutfi terang-terangan mengaku kesal atas sikap Filipina terhadap ekspor mobil dari Indonesia. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengaku kesal atas kebijakan pemerintah Filipina yang menjahili ekspor mobil dari Indonesia. Filipina mengeluarkan kebijakan safeguard berupa bea masuk tindakan pengamanan perdagangan sementara (BMTPs).
Baca Juga: Mendag Lutfi Perjuangkan Hambatan Ekspor Otomotif di Filipina
"Industri kita juga dijahilin. Saya kesal kita ini menjual mobil kira-kira USD1,5 miliar ke Filipina. Nah, sekarang menetapkan safeguard untuk industri mereka di Filipina dari mobil kita," kata Lutfi dalam webinar, Rabu (27/1/2021).
Ia menilai, Filipina ketakutan terhadap neraca perdagangannya sehingga mengeluarkan safeguard. Menurutnya, Filipina tidak ingin neraca perdagangannya defisit sehingga mencegah impor mobil dari Tanah Air.
"Jadi kalau kita lihat mereka (Filipina) itu lagi ketakutan daripada balance of trade (neraca perdagangan) itu terganggu. Jadi mereka mencoba itu," jelasnya.
Baca Juga: Ekspor Mobil RI Dijegal Filipina, Ini Sikap Pemerintah
Dalam kasus seperti ini, Lutfi menegaskan, pemerintah akan menghadapi kebijakan yang dikeluarkan filipina tersebut. Sebab, menurutnya hal ini merupakan bagian daripada perdagangan. "Kita akan hadapi karena ini bagian dari perdagangan," tegasnya.
Baca Juga: Mendag Lutfi Perjuangkan Hambatan Ekspor Otomotif di Filipina
"Industri kita juga dijahilin. Saya kesal kita ini menjual mobil kira-kira USD1,5 miliar ke Filipina. Nah, sekarang menetapkan safeguard untuk industri mereka di Filipina dari mobil kita," kata Lutfi dalam webinar, Rabu (27/1/2021).
Ia menilai, Filipina ketakutan terhadap neraca perdagangannya sehingga mengeluarkan safeguard. Menurutnya, Filipina tidak ingin neraca perdagangannya defisit sehingga mencegah impor mobil dari Tanah Air.
"Jadi kalau kita lihat mereka (Filipina) itu lagi ketakutan daripada balance of trade (neraca perdagangan) itu terganggu. Jadi mereka mencoba itu," jelasnya.
Baca Juga: Ekspor Mobil RI Dijegal Filipina, Ini Sikap Pemerintah
Dalam kasus seperti ini, Lutfi menegaskan, pemerintah akan menghadapi kebijakan yang dikeluarkan filipina tersebut. Sebab, menurutnya hal ini merupakan bagian daripada perdagangan. "Kita akan hadapi karena ini bagian dari perdagangan," tegasnya.
(fai)
Lihat Juga :