Indosat Buka Suara Terkait Rencana Merger dengan Operator Tri

loading...
Indosat Buka Suara Terkait Rencana Merger dengan Operator Tri
PT Indosat Tbk. Foto/Ist
JAKARTA - PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) menyatakan rencana merger dengan operator telekomunikasi PT Hutchison 3 Indonesia (Tri) hingga saat ini belum berdampak terhadap operasional, keuangan maupun bisnis perseroan.

Direktur & Chief Operating Officer Indosat, Vikram Sinha mengatakan penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Tri masih berupa tahap awal dan bersifat tidak mengikat. Saat ini bagi manajemen, bisnis berjalan seperti biasa dan perseroan tetap berfokus terhadap pertumbuhan dan juga strategi yang sudah disiapkan dari tiga tahun sebelumnya.

“Namun kami juga sangat senang mendengar bahwa Pemerintah mendukung kemungkinan ini dan dianggap sangat baik bagi pertumbuhan overall telekomunikasi industri di Indonesia,” kata Vikram dalam paparan publik Indosat di Jakarta, Selasa (12/1/2021).

Baca Juga : Menkominfo Johnny Sambut Baik Proses Merger Tri Indosat

Dia juga memaparkan, dalam enam kuartal terakhir perseroan telah membukukan pertumbuhan yang sangat signifikan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan pengalaman jaringan yang juga terlihat dari data-data yang telah disampaikan sebelumnya dan juga penawaran produk yang sederhana dan relevan.



“Ini pun sudah terlihat dari indikator yang telah disampaikan sebelumnya. Perusahaan akan terus fokus untuk membangun jaringan video-grade yang sesuai dengan strategi Indosat yang telah ditentukan sebelumnya,” jelas Vikram.

Selain itu, Indosat juga akan terus fokus untuk menawarkan produk-produk yang simpel dan relevan. Salah satu contohnya, tahun lalu perseroan telah menghentikan penawaran produk unlimited karena keinginan dan kebutuhan konsumen untuk produk yang lebih simpel dan juga transparan.

Baca Juga : Pengamat Menilai Merger Indosat dan 3 Indonesia adalah Hal Wajar

“Kami juga melihat banyaknya potensi di spacespace digital sehingga kami juga akan terus berinvestasi dalam space digital. Namun yang perlu ditekankan adalah kami merasa bahwa strategi tiga tahun perusahaan yang telah ditetapkan masih sejalan dan kami akan terus konsisten dalam menerapkan strategi tersebut untuk memastikan bahwa pertumbuhan perusahaan tetap berada pada jalur trajectory growth yang sudah dibukukan dalam enam kuartal terakhir,” imbuhnya.

Direktur & Chief Financial Officer Indosat Eyas Assaf menambahkan, sepanjang tahun lalu perseroan telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) dikisaran Rp8,5-9,5 triliun. Sedangkan untuk rencana alokasi belanja modal tahun 2021, perusahaan masih menunggu hasil kinerja keuangan di tahun 2020.



“Untuk guidance 2021 akan disampaikan bersamaan dengan pengumuman hasil tahunan 2020 yaitu sekitar 30 sampai 45 hari ke depan,” jelas dia.

Baca Juga : Indosat Akui telah Membuat MoU Eksklusif dengan 3 Indonesia

Eyes juga menjelaskan, rencana merger dengan Tri masih berupa tahap awal. Sehingga menurutnya masih terlalu awal juga untuk menilai dampak bagi operasi perusahaan. Namun dia memastikan bahwa sampai dengan saat ini bisnis Indosat berjalan seperti biasa dan tidak ada dampak terhadap operasional, keuangan maupun bisnis lainnya.

“Sesuai dengan yang sudah disampaikan sebelumnya, saat ini MoU terkait masih merupakan tahap awal sehingga belum ada detail ataupun kesepakatan yang telah dicapai mengenai bentuk kombinasi bisnis tersebut. Nanti apabila sudah ada, akan kami sampaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di pasar modal,” pungkasnya.
(her)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top