Gubernur BI Optimistis Ekonomi Akan Didorong Ekspor
Jum'at, 29 Januari 2021 - 16:32 WIB
loading...
foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis melihat pertumbuhan ekspor Indonesia tahun 2021. Optimisme itu berdasarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia di level 5% tahun ini dan juga negara mitra utama Indonesia.
"Kami optimistis tahun ini perekonomian akan didorong ekspor. Proyeksi PDB tahun ini kami masih pegang di level 4,8-5,8%. Salah satunya dari volume ekspor kita akan lebih baik seiring pertumbuhan ekonomi dunia," ujar Perry dalam Manager Forum MNC Group yang dihadiri Chairman MNC Group Harry Tanoesoedibjo secara virtual di Jakarta. Acara ini dihadiri juga oleh 1.100 lebih level manager di jajaran MNC Group.
Perry mengatakan BI akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk sama-sama membangun optimisme memulihkan ekonomi nasional tahun ini. Dia mengingatkan fokus utama tahun ini mendongkrak pertumbuhan kredit perbankan nasional. ( Baca juga:Mendag Lutfi Tak Ingin Ekonomi Indoa Mengidap Darah Rendah )
Langkah itu dibutuhkan untuk mendukung sumber pertumbuhan, salah satunya dari ekspor. Selain Ekspor juga pertumbuhan ekonomi akan didukung belanja pemerintah, stimulus fiskal, investasi, dan konsumsi masyarakat.
"Tahun ini kami lihat rupiah akan menguat dan neraca pembayaran surplus. Lalu stabilitas sistem keuangan cukup bagus. Sedangkan likuiditas bank tunggi. Diharapkan sebesar 7-9% tahun ini kredit akan tumbuh. Itu fokus kami," katanya. ( Baca juga:Begini Proses Karantina yang Wajib Diikuti Jamaah Umrah saat Pandemi Covid-19 )
"Kami optimistis tahun ini perekonomian akan didorong ekspor. Proyeksi PDB tahun ini kami masih pegang di level 4,8-5,8%. Salah satunya dari volume ekspor kita akan lebih baik seiring pertumbuhan ekonomi dunia," ujar Perry dalam Manager Forum MNC Group yang dihadiri Chairman MNC Group Harry Tanoesoedibjo secara virtual di Jakarta. Acara ini dihadiri juga oleh 1.100 lebih level manager di jajaran MNC Group.
Perry mengatakan BI akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk sama-sama membangun optimisme memulihkan ekonomi nasional tahun ini. Dia mengingatkan fokus utama tahun ini mendongkrak pertumbuhan kredit perbankan nasional. ( Baca juga:Mendag Lutfi Tak Ingin Ekonomi Indoa Mengidap Darah Rendah )
Langkah itu dibutuhkan untuk mendukung sumber pertumbuhan, salah satunya dari ekspor. Selain Ekspor juga pertumbuhan ekonomi akan didukung belanja pemerintah, stimulus fiskal, investasi, dan konsumsi masyarakat.
"Tahun ini kami lihat rupiah akan menguat dan neraca pembayaran surplus. Lalu stabilitas sistem keuangan cukup bagus. Sedangkan likuiditas bank tunggi. Diharapkan sebesar 7-9% tahun ini kredit akan tumbuh. Itu fokus kami," katanya. ( Baca juga:Begini Proses Karantina yang Wajib Diikuti Jamaah Umrah saat Pandemi Covid-19 )
Lihat Juga :