Terangi Desa Bantilang, PLN Andil Tingkatkan Kualitas Lada Sulsel
Kamis, 04 Februari 2021 - 13:43 WIB
loading...
A
A
A
PLN melistriki lima desa, di Desa Bantilang, Kecamantan Towuti Luwu Timur secara penuh atau 24 jam, yang sebelumnya hanya menikmati 12 jam pukul 18.00 Wita-05.00 Wita.
Lima desa tersebut adalah Desa Loeha, Bantilang, Tokalimbo, Ranteangin, dan Masiku.
Baca juga: Kinerja Lampaui Target, Komisaris: PLN Batam Jinakkan Petir!
Penuh tantangan bagi PLN melistriki wilayah tersebut, karena harus menyeberang danau dan akses jalur darat yang juga belum mulus.
Di kawasan tersebut, PLN memiliki 924 pelanggan dengan potensi penambahan 200 pelanggan.
PLN membangun sepanjang 45 KMS jaringan tegangan menengah. Bersamaan dengan beroperasinya JTM tersebut, pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Loeha juga dinonaktifkan sehingga penyaluran tenaga listrik lebih efisien.
![Terangi Desa Bantilang, PLN Andil Tingkatkan Kualitas Lada Sulsel]()
Manager UP2K PLN Sulawesi Selatan, Syaifuddin menjelaskan, akhir tahun 2019 bersama Bupati Lutim, Almarhum Muhammad Thoriq Husler dan unsur muspida di daerah tersebut, pihaknya mengoperasikan jaringan listrik untuk melayani masyarkat di lima desa di Kecamatan Towuti, Kabupaten Lutim.
Lima desa ini sebelumnya sudah berlistrik namun hanya 6 jam, yakni jam 06.00 Wita sampai 12.00 malam, sehingga masyarakat begitu antusias dengan hadirnya layanan PLN , seremonialnya ramai sekali, sambutan masyarakat begitu hangat.
Baca juga: Pasokan Batu Bara Terganggu, Pemadaman Listrik Diyakini Tak Akan Segera Terjadi
“Proses pembangunan jaringan listrik ini cukup fenomenal, karena kami membangun jaringan listrik sepanjang 50 km, mengintari Danau Towuti dengan kondisi jalan yang rusak berat,” terangnya.
Proses pembangunannya kurang lebih tiga bulan, melibatkan sekitar 300 orang tenaga kerja mitra PLN dan dukungan alat berat dari Pemkab Lutim , serta izin melintas yang diberikan oleh PT Vale membuat pekerjaan ini dapat selesai tepat waktu, sehingga masyarakat di Desa Bantilang, Desa Tokalimbo, Desa Rantenagin, Desa Loeha & Desa Massiku dapat menikmati layanan PLN selama 24 Jam.
Dia memaparkan, untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Provinsi Sulawesi Selatan, PLN UIW Sulselrabar , UP2K Sulsel melaksanakan pembangunan jaringan listrik ke pelosok-pelosok desa yang tersebar di 21 Kabupaten di Sulawesi selatan. Jaringan listrik tersebut yang akan menghantarkan tenaga listrik hingga ke rumah masyarakat yang selama ini belum mendapatkan pelayanan dari PLN .
“Berdasarkan hitungan kami, rasio elektrifikasi Provinsi Sulawesi Selatan saat ini sebesar 99,99%, yang terdiri dari rumah tangga pengguna listrik PLN & rumah tangga pengguna listrik non PLN ,” terangnya.
Baca juga: Pemerintah Apresiasi Inovasi Pengembangan Lampu UV PLN di Sektor Pertanian
Ada beberapa daerah yang sulit dijangkau yakni Kecamatan Pasilambena, Pasimarannu dan Kecamatan Takabonerate di Kabupaten Kepulauan Selayar. Lalu, Kecamatan Liukang Tangaya, Liukang Kalmas, Liukang Tupabbiring dan Liukang Tupabbiring Utara di Kabupaten Pangkep. Ada juga di Kecamatan Seko & Rampi di Luwu Utara, serta Kecamatan Simbuang di Tana Toraja
Syaifuddin mengatakan, kendala utama yang ditemui adalah akses jalan yang masih sangat terbatas untuk mobilisasi material, karena sebagian material PLN solid, tak bisa dibongkar pasang. Sehingga, pihaknya terus mendukung upaya pemerintah daerah untuk melakukan pembangunan jalan & falisitas pendukungnya, sehingga pihaknya bisa menghadirkan pelayanan kepada masyarakat di pelosok desa, begitu pula dengan akses pelayaran di pulau-pulau kecil yang masih sangat terbatas.
Diakuinya, program listrik desa ini hanyalah salah satu dari sekian banyak program yang diluncurkan pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi, misalnya pelosok-pelosok yang belum menikmati listrik, maka dilakukan pembangunan jaringan listrik PLN .
Baca juga: Pasokan Daya Kendaraan Listrik Dari Mana? Ini Penjelasan PLN
Ada juga di tempat lain yang masih sulit dijangkau oleh PLN , dilakukan pembangunan pembangkit listrik mini oleh Kementerian ESDM & dioperasikan oleh swasta maupun masyarakat sekitar.
Lima desa tersebut adalah Desa Loeha, Bantilang, Tokalimbo, Ranteangin, dan Masiku.
Baca juga: Kinerja Lampaui Target, Komisaris: PLN Batam Jinakkan Petir!
Penuh tantangan bagi PLN melistriki wilayah tersebut, karena harus menyeberang danau dan akses jalur darat yang juga belum mulus.
Di kawasan tersebut, PLN memiliki 924 pelanggan dengan potensi penambahan 200 pelanggan.
PLN membangun sepanjang 45 KMS jaringan tegangan menengah. Bersamaan dengan beroperasinya JTM tersebut, pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Loeha juga dinonaktifkan sehingga penyaluran tenaga listrik lebih efisien.

Manager UP2K PLN Sulawesi Selatan, Syaifuddin menjelaskan, akhir tahun 2019 bersama Bupati Lutim, Almarhum Muhammad Thoriq Husler dan unsur muspida di daerah tersebut, pihaknya mengoperasikan jaringan listrik untuk melayani masyarkat di lima desa di Kecamatan Towuti, Kabupaten Lutim.
Lima desa ini sebelumnya sudah berlistrik namun hanya 6 jam, yakni jam 06.00 Wita sampai 12.00 malam, sehingga masyarakat begitu antusias dengan hadirnya layanan PLN , seremonialnya ramai sekali, sambutan masyarakat begitu hangat.
Baca juga: Pasokan Batu Bara Terganggu, Pemadaman Listrik Diyakini Tak Akan Segera Terjadi
“Proses pembangunan jaringan listrik ini cukup fenomenal, karena kami membangun jaringan listrik sepanjang 50 km, mengintari Danau Towuti dengan kondisi jalan yang rusak berat,” terangnya.
Proses pembangunannya kurang lebih tiga bulan, melibatkan sekitar 300 orang tenaga kerja mitra PLN dan dukungan alat berat dari Pemkab Lutim , serta izin melintas yang diberikan oleh PT Vale membuat pekerjaan ini dapat selesai tepat waktu, sehingga masyarakat di Desa Bantilang, Desa Tokalimbo, Desa Rantenagin, Desa Loeha & Desa Massiku dapat menikmati layanan PLN selama 24 Jam.
Dia memaparkan, untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Provinsi Sulawesi Selatan, PLN UIW Sulselrabar , UP2K Sulsel melaksanakan pembangunan jaringan listrik ke pelosok-pelosok desa yang tersebar di 21 Kabupaten di Sulawesi selatan. Jaringan listrik tersebut yang akan menghantarkan tenaga listrik hingga ke rumah masyarakat yang selama ini belum mendapatkan pelayanan dari PLN .
“Berdasarkan hitungan kami, rasio elektrifikasi Provinsi Sulawesi Selatan saat ini sebesar 99,99%, yang terdiri dari rumah tangga pengguna listrik PLN & rumah tangga pengguna listrik non PLN ,” terangnya.
Baca juga: Pemerintah Apresiasi Inovasi Pengembangan Lampu UV PLN di Sektor Pertanian
Ada beberapa daerah yang sulit dijangkau yakni Kecamatan Pasilambena, Pasimarannu dan Kecamatan Takabonerate di Kabupaten Kepulauan Selayar. Lalu, Kecamatan Liukang Tangaya, Liukang Kalmas, Liukang Tupabbiring dan Liukang Tupabbiring Utara di Kabupaten Pangkep. Ada juga di Kecamatan Seko & Rampi di Luwu Utara, serta Kecamatan Simbuang di Tana Toraja
Syaifuddin mengatakan, kendala utama yang ditemui adalah akses jalan yang masih sangat terbatas untuk mobilisasi material, karena sebagian material PLN solid, tak bisa dibongkar pasang. Sehingga, pihaknya terus mendukung upaya pemerintah daerah untuk melakukan pembangunan jalan & falisitas pendukungnya, sehingga pihaknya bisa menghadirkan pelayanan kepada masyarakat di pelosok desa, begitu pula dengan akses pelayaran di pulau-pulau kecil yang masih sangat terbatas.
Diakuinya, program listrik desa ini hanyalah salah satu dari sekian banyak program yang diluncurkan pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi, misalnya pelosok-pelosok yang belum menikmati listrik, maka dilakukan pembangunan jaringan listrik PLN .
Baca juga: Pasokan Daya Kendaraan Listrik Dari Mana? Ini Penjelasan PLN
Ada juga di tempat lain yang masih sulit dijangkau oleh PLN , dilakukan pembangunan pembangkit listrik mini oleh Kementerian ESDM & dioperasikan oleh swasta maupun masyarakat sekitar.
Lihat Juga :