Terangi Desa Bantilang, PLN Andil Tingkatkan Kualitas Lada Sulsel
Kamis, 04 Februari 2021 - 13:43 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan bagi masyarakat yang hidup berpencar/tidak bedomisili di satu titik perkampungan oleh pemerintah dipasangkan listrik tenaga surya hemat energi (LTSHE).
![Terangi Desa Bantilang, PLN Andil Tingkatkan Kualitas Lada Sulsel]()
Dijelaskannya, masyarakat ada juga yang sudah terjangkau jaringan listrik, namun belum menikmati pelayanan PLN karena terkendala biaya, sedapat mungkin akan diupayakan oleh pemerintah & PLN untuk segera mendapatkan akses listrik, baik itu berupa program sosial, CSR BUMN , maupun dari program internal PLN .
“Program listrik desa merupakan ikhtiar dari PLN untuk mengahdirkan tenaga listrik di pelosok-pelosok desa, karena kami menyadari bahwa tenaga listrik merupakan kebutuhan primer masyarakat, di pelosok desa sendiri sebenarnya sudah ada akses listrik. Namun itu sangat terbatas, sehingga masyarakat kita tetap mendambakan pelayanan listrik yang handal layaknya yang dinikmati oleh orang di kota, oleh karena itu dengan niat yang tulus kami mengupayakan menghadirkan pelayanan PLN di pelosok desa,” katanya.
Selama tahun 2020, PLN UIW Sulselrabar telah merampungkan pembangunan kelistrikan di 146 dusun/desa di Sulawesi Selatan, dengan potensi 9.400 masyarakat yang dapat dilayani.
Baca juga: Dukung Percepatan Kendaraan Listrik, PLN Bangun 30 SPKLU di 22 Lokasi
“Mengingat kendala utama kami adalah akses jalan dan izin penggunaan kawasan hutan, kami berharap dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten maupun saudara-saudara kami para kepala desa untuk bahu membahu, bersinergi dalam perbaikan fasilitas, berupa perbaikan jalan, jembatan dan akses pelayaran untuk kepentingan mobilisasi meterial,” harapnya.
Tidak lupa juga pihaknya memohon dukungan instansi vertikal seperti Dinas ESDM, Dinas Kehutanan, agar meningkatkan sinergi yang selama ini sudah terbangun, dan kepada masyarakat pihaknya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan supportnya kepada PLN .
2020, Ekspor Lada Meningkat
Nilai ekspor komoditas lada Sulawesi Selatan (Sulsel) tumbuh signifikan meski di tengah pandemi Covid-19 . Tercatat, sepanjang tahun 2020 lalu, nilai ekspor lada Sulsel mencapai USD 17,6 juta atau setara dengan Rp247 miliar (kurs Rp14.086).
Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 24,93 persen jika dibandingkan dengan ekspor lada Sulsel pada tahun 2019 lalu yang hanya mencapai USD 14 juta atau setara dengan Rp198 miliar. Meski demikian, dari segi volume ekspor lada Sulsel turun 14,84 persen, yaitu dari 5.580 ton pada tahun 2019 menjadi 4.752 ton tahun 2020.
Hal tersebut diuraikan oleh Kabid Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel, Dewa Nyoman Mahendra, baru-baru ini.
Baca juga: 97 Persen Gardu Listrik Terdampak Gempa Sulbar Kembali Normal
Dia menuturkan, negara tujuan ekspor lada Sulsel terbesar pada tahun 2020 adalah Vietnam (2.415 ton), disusul China (2.303 ton), Malaysia (16,90 ton) dan Thailand (16,90 ton).
![Terangi Desa Bantilang, PLN Andil Tingkatkan Kualitas Lada Sulsel]()
"Kualitas merica kita bagus sekali, jadi tidak perlu khawatir dengan pemasaran kita di internasional," kata Nyoman optimis.
Baca juga: PLN Beri Penyambungan Listrik Gratis bagi Pelanggan Terdampak Gempa Sulbar
Dari total eskpor tersebut, jenis lada yang paling banyak dikirim adalah raw material, baik itu merica putih maupun merica hitam. "Kebanyakan raw material. Ada juga ekspor lada yang sudah dikemas tapi sedikit sekali," katanya.
Adapun daerah penghasil lada terbesar di Sulsel adalah Luwu Timur. Dari total 4.752 ton ekspor lada Sulsel pada tahun 2020, 60 persen lebih didatangkan dari Luwu Timur. "Penghasil lada terbesar memang Luwu Timur. Tapi ada juga dari beberapa kabupaten lain, seperti Sinjai," urai Nyoman.
Dari total eskpor tersebut, jenis lada yang paling banyak dikirim adalah raw material, baik itu lada putih maupun lada hitam. "Kebanyakan raw material. Ada juga ekspor lada yang sudah dikemas tapi sedikit sekali," katanya.
Adapun daerah penghasil lada terbesar di Sulsel adalah Luwu Timur. Dari total 4.752 ton ekspor lada Sulsel pada tahun 2020, 60 persen lebih didatangkan dari Luwu Timur. "Penghasil lada terbesar memang Luwu Timur. Tapi ada juga dari beberapa kabupaten lain, seperti Sinjai," urai Nyoman.

Dijelaskannya, masyarakat ada juga yang sudah terjangkau jaringan listrik, namun belum menikmati pelayanan PLN karena terkendala biaya, sedapat mungkin akan diupayakan oleh pemerintah & PLN untuk segera mendapatkan akses listrik, baik itu berupa program sosial, CSR BUMN , maupun dari program internal PLN .
“Program listrik desa merupakan ikhtiar dari PLN untuk mengahdirkan tenaga listrik di pelosok-pelosok desa, karena kami menyadari bahwa tenaga listrik merupakan kebutuhan primer masyarakat, di pelosok desa sendiri sebenarnya sudah ada akses listrik. Namun itu sangat terbatas, sehingga masyarakat kita tetap mendambakan pelayanan listrik yang handal layaknya yang dinikmati oleh orang di kota, oleh karena itu dengan niat yang tulus kami mengupayakan menghadirkan pelayanan PLN di pelosok desa,” katanya.
Selama tahun 2020, PLN UIW Sulselrabar telah merampungkan pembangunan kelistrikan di 146 dusun/desa di Sulawesi Selatan, dengan potensi 9.400 masyarakat yang dapat dilayani.
Baca juga: Dukung Percepatan Kendaraan Listrik, PLN Bangun 30 SPKLU di 22 Lokasi
“Mengingat kendala utama kami adalah akses jalan dan izin penggunaan kawasan hutan, kami berharap dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten maupun saudara-saudara kami para kepala desa untuk bahu membahu, bersinergi dalam perbaikan fasilitas, berupa perbaikan jalan, jembatan dan akses pelayaran untuk kepentingan mobilisasi meterial,” harapnya.
Tidak lupa juga pihaknya memohon dukungan instansi vertikal seperti Dinas ESDM, Dinas Kehutanan, agar meningkatkan sinergi yang selama ini sudah terbangun, dan kepada masyarakat pihaknya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan supportnya kepada PLN .
2020, Ekspor Lada Meningkat
Nilai ekspor komoditas lada Sulawesi Selatan (Sulsel) tumbuh signifikan meski di tengah pandemi Covid-19 . Tercatat, sepanjang tahun 2020 lalu, nilai ekspor lada Sulsel mencapai USD 17,6 juta atau setara dengan Rp247 miliar (kurs Rp14.086).
Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 24,93 persen jika dibandingkan dengan ekspor lada Sulsel pada tahun 2019 lalu yang hanya mencapai USD 14 juta atau setara dengan Rp198 miliar. Meski demikian, dari segi volume ekspor lada Sulsel turun 14,84 persen, yaitu dari 5.580 ton pada tahun 2019 menjadi 4.752 ton tahun 2020.
Hal tersebut diuraikan oleh Kabid Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel, Dewa Nyoman Mahendra, baru-baru ini.
Baca juga: 97 Persen Gardu Listrik Terdampak Gempa Sulbar Kembali Normal
Dia menuturkan, negara tujuan ekspor lada Sulsel terbesar pada tahun 2020 adalah Vietnam (2.415 ton), disusul China (2.303 ton), Malaysia (16,90 ton) dan Thailand (16,90 ton).

"Kualitas merica kita bagus sekali, jadi tidak perlu khawatir dengan pemasaran kita di internasional," kata Nyoman optimis.
Baca juga: PLN Beri Penyambungan Listrik Gratis bagi Pelanggan Terdampak Gempa Sulbar
Dari total eskpor tersebut, jenis lada yang paling banyak dikirim adalah raw material, baik itu merica putih maupun merica hitam. "Kebanyakan raw material. Ada juga ekspor lada yang sudah dikemas tapi sedikit sekali," katanya.
Adapun daerah penghasil lada terbesar di Sulsel adalah Luwu Timur. Dari total 4.752 ton ekspor lada Sulsel pada tahun 2020, 60 persen lebih didatangkan dari Luwu Timur. "Penghasil lada terbesar memang Luwu Timur. Tapi ada juga dari beberapa kabupaten lain, seperti Sinjai," urai Nyoman.
Dari total eskpor tersebut, jenis lada yang paling banyak dikirim adalah raw material, baik itu lada putih maupun lada hitam. "Kebanyakan raw material. Ada juga ekspor lada yang sudah dikemas tapi sedikit sekali," katanya.
Adapun daerah penghasil lada terbesar di Sulsel adalah Luwu Timur. Dari total 4.752 ton ekspor lada Sulsel pada tahun 2020, 60 persen lebih didatangkan dari Luwu Timur. "Penghasil lada terbesar memang Luwu Timur. Tapi ada juga dari beberapa kabupaten lain, seperti Sinjai," urai Nyoman.
(luq)
Lihat Juga :