Ada Sentimen Commodity Supercycle, Harga Batu Bara Acuan Naik ke USD87,79/Ton
Kamis, 04 Februari 2021 - 17:58 WIB
loading...
HBA bulan Februari 2021 mengalami kenaikan seiring sentimen yang dibentuk oleh commodity supercylce. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Harga Batubara Acuan (HBA) bulan Februari 2021 mengalami kenaikan seiring sentimen yang dibentuk oleh supercycle komoditas (commodity supercylce). HBA Februari ditetapkan sebesar USD87,79 per ton atau reli sebanyak 15,7% dari bulan sebelumnya sebesar USD75,84 per ton.
Baca Juga: China-Australia Masih Tegang, Permintaan Batu Bara Diprediksi Naik Tahun Ini
"Adanya sentimen commodity supercycle, antara lain kenaikan harga gas ikut memperkuat harga batu bara ," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan tertulis, Kamis (4/2/2021).
Menurut dia, sinyal supercycle ini diyakini akan terjadi di tahun 20201 pada berbagai komoditas terutama komoditas pertambangan. Salah satu pemicunya berasal dari suku bunga acuan yang rendah, dolar AS yang lemah hingga pertumbuhan ekonomi serta pembangunan infrastruktur di berbagai negara.
Selain faktor supercycle, penyebab utama dari pendorong kenaikan HBA adalah melonjaknya permintaan impor dari China. "Suplai batu bara domestik (China) tidak dapat memenuhi kebutuhan batubara pembangkit listrik," jelas Agung.
Baca Juga: China-Australia Masih Tegang, Permintaan Batu Bara Diprediksi Naik Tahun Ini
"Adanya sentimen commodity supercycle, antara lain kenaikan harga gas ikut memperkuat harga batu bara ," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan tertulis, Kamis (4/2/2021).
Menurut dia, sinyal supercycle ini diyakini akan terjadi di tahun 20201 pada berbagai komoditas terutama komoditas pertambangan. Salah satu pemicunya berasal dari suku bunga acuan yang rendah, dolar AS yang lemah hingga pertumbuhan ekonomi serta pembangunan infrastruktur di berbagai negara.
Selain faktor supercycle, penyebab utama dari pendorong kenaikan HBA adalah melonjaknya permintaan impor dari China. "Suplai batu bara domestik (China) tidak dapat memenuhi kebutuhan batubara pembangkit listrik," jelas Agung.
Lihat Juga :