Catatan Misbakhun untuk BI Hadapi Ketidakpastian Pandemi

Selasa, 09 Februari 2021 - 20:32 WIB
loading...
Catatan Misbakhun untuk...
Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengingatkan Bank Indonesia (BI) menyusun rencana kontigensi seiring pandemi Covid-19 yang belum bisa dipastikan kapan bakal berakhir. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun mengapresiasi, kinerja Bank Indonesia (BI) dalam membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjaga perekonomian nasional pada masa pandemi. Namun, legislator Golkar itu juga mengingatkan BI menyusun rencana kontigensi seiring pandemi Covid-19 yang belum bisa dipastikan kapan bakal berakhir.

Baca Juga: Awal Tahun, Bank Indonesia Tahan Suku Bunga di 3,75%

Misbakhun menyampaikan hal itu dalam rapat kerja Komisi XI DPR dengan Gubernur BI Perry Warjiyo dan jajarannya, Selasa (9/2). Menurutnya, selama ini Perry dan jajaran BI telah berupaya membangun optimisme di tengah ketidakpastian. “Membangun optimisme ini penting,” ujar Misbakhun dalam raker yang dipimpin Wakil Ketua Komisi XI Dolfie OFP itu.

Namun, Misbakhun meminta BI melihat situasi dan kondisi saat ini secara memadai dan rasional. Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu lantas mencontohkan cadangan devisa RI yang mencapai rekor tertinggi, yakni USD 135,1 miliar pada Juli 2020.

Andai cadangan devisa yang mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah RI itu karena situasi normal dan bukan karena masuknya global bond, sambung Misbakhun, tentu patut dibanggakan. Sebab, implikasinya langsung ke dalam negeri. Namun, Misbakhun mengaku tidak melihat hal itu. “Cadangan devisa yang besar tidak disebabkan oleh situasi itu," ulasnya.

Selain itu, Misbakhun juga menyoroti angka defisit transaksi berjalan yang lebih rendah karena surplus perdagangan. Lagi-lagi legislator asal Pasuruan, Jawa Timur itu menilai kondisi tersebut terjadi karena ketidaknormalan.

“Karena ketika negara lain memberlakukan ketidaknormalan, kebijakan lockdown misalnya, membuat situasi tidak seimbang trade balance kita,” tuturnya.

Lebih lanjut Misbakhun merujuk sejumlah lembaga yang memprediksi masa akhir pandemi Covid-19. Misalnya, Bloomberg memperkirakan pandemi di Indonesia baru akan berakhir dalam waktu 10 tahun. Sementara Singapura memprediksi pandemi Covid-19 akan berakhir dalam tempo 4-5 tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Kurs Rupiah Ambruk ke...
Kurs Rupiah Ambruk ke Rp17.956 per Dolar AS, BI Angkat Suara
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Rekomendasi
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
Momen Middleton Bertemu...
Momen Middleton Bertemu Mantan Pacarnya di Pernikahan Peter Phillips
ByteDance Respons Soal...
ByteDance Respons Soal Kehadiran Mobil Listrik TikTok
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved